,
03 Januari 2020 | dibaca: 295 Kali
Rapat Koordinasi Kepala Badan Intelejen Daerah Maluku  Bersama Forkopimda 
noeh21


Dobo Skandal,-

Demi terjaganya Kamtibmas di lingkup Kabupaten Kepulauan Aru, Kepala Badan Intelejen Daerah Maluku mengadakan rapat koordinasi bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), baik tokoh adat, agama dan masyarakat.

Rapat yang berlangsung  di ruang rapat lantai dua Kantor Bupati, Jalan Raya Pemda Kelurahan Siwalima Kecamatan Pp Aru Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku itu dihadiri Kabinda Maluku Brigjend TNI Ronny, S.AP,.MM., Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga, Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, SE, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Eko Budiarto, S.IK,Danlanal Aru Letkol Laut (P) Sahatro Silaban, M.Tr (Hanla). Pabung Kab. Kepulauan Aru Kodim 1503/Tual Mayor Arm Hi. La Musa, SH,. MH. Kepala Pengadilan Negeri Klas II Dobo  Alvian, dan sejumlah tokoh masyarakat.





Bupati Aru dalam sambutannya mengatakan,  rangka kunjungan kerja Kabinda Prov.Maluku Brigjen TNI Rony terkait dengan persiapan pengawasan dan kondisi kamtibmas di Kabupaten Kepulauan Aru. 

"Di sini kami laporkan situsi kondisi Kamtibmas sangat terjaga dan kondusif. Sebentar lagi kita akan melaksanakan Pilkada, maka dari itu mari kita cegah dini hambatan-hambatan yang akan mengganggu jalannya Pilkada di wilayah kita," tuturnya.

Menurut Bupati,  secara geografis Kep.Aru adalah wilayah kepulauan, terdiri atas 10 kecamatan, dan 80 desa dengan luas wilayah 8.152,42 km. Dari jumlah penduduk 102.272 jiwa (2019). dimana masyarakatnya bergantung dengan alam, dalam hal ini hampir 80 persen mata pencaharian sebagai nelayan.

"Kendala yang dihadapi wilayah kita berupa kurangnya sarana prasarana di desa desa, akan tetapi pemerintah selalu mengupayakan meningkatkan sarana prasarana supaya masyarakat semakin hidup layak dan sejahtera," tutunya.

Sementara arahan Kepala Badan Intelejen Daerah Maluku Brigjen Ronny S.AP.MM menyebukan kedatangannya 
ke Kab. Kep Aru untuk mengenali wilayah, dan tentunya juga ingin bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati, forkopimda, dan tokoh agama, adat, dan stake holder terkait Kabupaten Kepulauan Aru.

"Situasi Kamtibmas persiapan pelaksanaan dan setelah hari raya Natal dan Tahun Baru 2020 di Kab.Kep Aru sangatlah baik dan terjaga keamanan berkat kerja keras kita semua dalam melaksanakan tugas menjaga wilayah kita yang damai," urai Brigjen TNI Ronny.

Menurut Brigjen Ronny, pertemuan ini  sebagai silahturahmi dan dalam rangka kordinasi Forkopimda Kab. Kep Aru dengan Kabinda Prov. Maluku. 

"Ada lima pokok yang akan saya sampaikan yakni Terkait Evalusi Kamtibmas Provinsi Maluku seperti yg di informasikan Kapolda Maluku untuk Kamtibmas seluruh wilayah Maluku 2019 lebih baik dari pada tahun tahun sebelumnya," jelasnya.

Situasi yang terjadi ini tidak lepas dari peran semua  unsur Aparat keamanan, aparat penegak hukum, pemerintahan , aparat intelejen dan tokoh agama, tokoh masyrakat yang  bisa menyeimbangakan situasi dengan aman dan kondusif.

Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyrakat.Tahun 2020 dengan terealisasinya hasil dan pengolahan hasil bumi melalui laut dengan blok Marsela dapat menghasilkan bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Pengolahan hasil laut dan perikanan, di mana Maluku adalah terdiri dari laut yang melimpah, tergantung  kita mengolahnya dan cara mendapatkannya dengan aturan yang sudah ditetapkan," tuturnya.

Ditambahkan, kebijakan di bidang kemaritiman tentunya akan diperbaiki demi kemakmuran masyarakat, khususnya wilayah Maluku karena unggul  di bidang perikanan.

Sementara di bidang politik, akan menghadapi Pilkada serentak, termasuk wilayah  Provinsi Maluku khususnya. Maka persiapan pelaksanaan sudah dilaksanakan secara bertahap dan sudah diserahkan sesuai dengan anggran yang diperlukan KPU dan Bawaslu untuk pengawasan dalam rangka kegiatan Pilkada 2020.

"Kita akan laksanakan, Pilkada di  2020, harapan kami berlangsung lancar aman tertib dan sukses. Kita harus percaya untuk pelaksanaan penyelenggaraan kita serahkan dengan KPUD dan Bawaslu sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku," tambahnya, menyebut sinergitas aparat keamananTNI-Polri yang ada di wilayah sangat berperan ciptakan kondisi yang kondusif.

Sebab,  tantangan  ke depan semakin dan komplek, termasuk hambatan dan ancaman mendatang. 

"Harapan saya aparat keamanan TNI Polri harus solit agar sinergitas tebangun dengan baik yang akan menjadikan wilayah kita aman," ujar Brigjen Ronny.

Begitupun toleransi kehidupan agama di wilayah Maluku semakin baik. Semua tidak lepas peran dari PKUb para tokoh agama, forum, yang selalu memberikan wejangan agama dan menikatkan toleransi karena kesadaran masyarakat semakin meningkat

"Karena itu kita harus memelihara susana ini, harus selalu mngantisipasi dan mngingatakan hal-hal yang bisa memecah belah kerukunan hidup bagi masyrakat yang meliliki agama, suku, etnis, ras yang berbeda.Kamtibmas yang aman dan kondusif," tuturnya.

 Kapolres Kepulauan Aru AKBP Eko Budiarto menambahkan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru  forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat berkomitmen menjaga wilayah kerja  kondusif. Sebab pengalaman sebelumnya masih rumpek, merayakan perayaan Tahun Baru dengan eforia yang berlebihan. Minuman keras mudah diperolehbwaktu menjelang perayaan natal dan tahun baru.

"Kita berkomitmen  menghimbau kepada masyarakat secara terus menerus dan  melaksanakan sasi adat sehingga sangat berefek sangat siknifikan sehingga pada perayaan natal dan tahun baru situasi di wilayah kita bener bener aman tidak ada kasus menonjol dan tindakan pidana lainnya. Semua berkat  kerja sama kita yang bersinergi," tutur Kapolres.

Ketua Klasis Pp Aru Pendeta R. Gaelagoy S.Th  mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dan aparat keamanan TNI Polri dan stake holder terkait perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Kepulauan Aru sangatlah kondusif aman dan damai. 

"Kami sangat terimakasih atas kelancaran dan kedamaian yang kita ciptakan bersama. 

"Kami sangat apresiasi kerja keras Polri dalam menindak dan mencegah hal hal pidana yang membikin masyarakat tidak kondusif yaitu peredaran minuman keras berjenis sopi,  dengan penakapan pengedaran minuman keras jenis sopi sangat mengurangi tindakan tindakan anarkis yang disebabkan oleh minuman keras. Dengan begitu perayaan natal dan tahun baru bejalan aman dan kondusif," tuturnya.

Sekertaris MUI Kab. Kep. Aru, menilai Sopi bukanlah minuman khas orang Aru sehingga perlu di bekuk. Sebab dengan mengkonsumsi miras dapat dengan mudah mematikan karakter anak muda penerus Aru.

"Pengedaran Narkoba masih sangat banyak di Aru Karena Aru merupakan pintu masuk dan merupakan perbatasan sehingga perlu diberantas sampai ke akar-akarnya," unkapnya.(jus)
Berita Terkait
Berita Lainnya