,
28 Desember 2020 | dibaca: 107 Kali
Rahayaan Mendesak Agar Pihak Aparat Penegak Hukum Tuntaskan Ijazah Palsu Yang diduga diMiliki Kepo Hako.
noeh21
Budi Rahayaan. Kader GMNI Cabang Ambon
Malra – tabloidskandal.com.28/12/2020.
Salah satu kader GMNI cabang Ambon B. Rahayaan saat dihubungi via telepon seluler terkait dengan ijazah palsu yang dimiliki kepala Ohoi Hako Hamra Rahakbauw diminta agar pihak aparat penegak hukum dapat mentuntaskan persoalan mafia pemalsuan ijazah tersebut.
 
Menurutnya Rahayaan kalau memang ada indikasi keterlibatan tentang ijazah palsu, maka siapa pun dia harus diseret keranah hukum, agar kedepan jangan lagi ada perbuatan yang tidak diinginkan bersama.
 
Karena terkait dengan kasus ijazah palsu yang dimiliki kepala Ohoi Hako berinisial H.R ini sudah dilaporkan ke polres Maluku tenggara sejak tahun 2019 hingga sudah mau berakhir tahun 2020 ini kok kenapa belum dapat diproses.
 
Menurutnya Rahayaan bahwa terkait dengan pemalsuan ijazah palsu ini sangat sangat bertentangan dengan hukum, apalagi yang bersangkutan jabatan sebagai kepala Ohoi atau kepala desa yang telah mengelola uang negara dalam jangka waktu 2 tahun ini bukan sesuatu hal yang gampang.
 
Jadi kalau benar ada indikasi keterlibatan orang dalam mengenai pembuatan ijazah palsu tersebut pasti bisa diseret keranah hukum, biar menjadi efek jera bagi yang lain, lagi pula pemalsuan ijazah ini bukan suatu hal yang gampang, tetapi ini sangat rumit.
 
Untuk itu harapan saya buat aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian dan kejaksaan Negeri Tual agar dapat mengusut tuntas kasus ijazah palsu yang dimiliki oleh H.R. karena sangat bertentangan dengan hukum yang berlaku.
 
Jadi siapa pun dia ketika memiliki ijazah palsu bahkan apa saja dalam bentuk pemalsuan, maka diminta kepada pihak aparat penegak hukum harus dituntaskan sampai ke akar akarnya, itupun bukan saja kepala Ohoi Hako, tetapi juga mantan kades Dullah laut yang juga turut serta memiliki ijazah palsu bahkan juga sudah ditetapkan sebagai TSK pada tahun 2013, namun hingga saat ini persoalan tersebut tidak tau kemana.
 
Berita Terkait
Berita Lainnya