,
15 Juni 2019 | dibaca: 200 Kali
Program Motis Akan Ditingkatkan Tahun Depan
noeh21


Jakarta, Skandal

Meski sukses dengan Program Sepeda Motor Gratis ( Motis) pemerintah mengakui masih ada beberapa kekurangan yang harus  diperbaiki dan ditingkatkan di tahun berikutnya.

 penyelenggaraan Program Mudik Sepeda Motor Gratis (Motis) untuk tahun-tahun berikutnya.

"Program ini terbukti mengurangi kepadatan kendaraan di jalan," ungkap Direktur Jenderal Perkeretaapian, Ir. Zulfikri.

Selama lebaran,  Motis ini berhasil memberangkatkan 19.141 sepeda motor ke berbagai daerah di Pulau Jawa.
 
Karena itu, sosialisasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, akan terus ditingkatkan agar masyarakat mau beralih dari penggunaan kendaraan pribadi (sepeda motor) untuk mengikuti Program Motis.

Selain itu, perbaikan serta peningkatan pada sistem motis akan dilakukan demi meningkatkan pelayanan lebih baik, sehingga minat masyarakat akan terus meningkat mengikuti Program Motis.

Penyelenggaraan mudik gratis sepeda motor (motis) termasuk dengan moda kereta api (KA) tujuannya adalah untuk mengurangi pemudik menggunakan sepeda motor sampai ke kampung halamanya.

"Sepeda motor sangat riskan dan data Polri menyebutkan, sekitar 70% kasus kecelakaan melibatkan sepeda motor," ujar Dirjen Perkeretaapian.

Karena itu, sejak tiga tahun terakhir Pemerintah/ Kemenhub menyelenggaraka mudik gratis, terutama untuk mengalihkan pengguna sepeda motor untuk ikut mudik gratis bersama dengan berbagai moda  darat, laut,  kereta api serta kapal roro.

Moda KA pada masa libur Lebaran 2019 sukses mengangkut lebih dari 19.000 unit sepeda motor ke berbagai kota di Jawa Tengah, Yoyakarta dan Jawa Timur.  Mudik gratis ini terbukti sukses menakan angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor, selama arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Dirjen Zulfikri menambahkan, data yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan pada saat penutupan Posko Nasional Angkutan Lebaran 2019,  angka kecelakaan jalan raya pada penyelenggaran Angleb 2019 mengalami penurunan hingga sekitar 71%. (Is)
Berita Terkait
Berita Lainnya