,
23 April 2018 | dibaca: 150 Kali
PKS 20 Tahun Mengabdi Untuk Indonesia Gelar Perayaan Kartini
noeh21
Jakarta 22 April 2018-

Partai Keadilan Sejahtera DKI memperingati Hari Kartini yang dikaitkan 20 Tahun Pengabdian PKS untuk Indonesia di kediamanan Hajjah Yusriah Dzinnun Spd, anggota  DPRD DKI Fraksi PKS di kampung Sukapura, Cilincing Jakarta-Utara. 

Hj. Yusriahl

"Sungguh mulia cita-cita beliau," ungkap  H.Mustafa Kamal, SS, seraya menyebut Raden Ajeng (RA) Kartini sebagai pahlawan Nasional dan Tokoh Wanita terbaik Indonesia.

Menurut dia,  sejak meninggal dunia di umurnya yang masih terbilang muda, 25 tahun, hingga kini namanya masih harum di mata setiap anak bangsa khususnya kaum wanita.

Perayaaan Hari Kartini tahun ini diselenggarakan dengan dialog bersama ibu Dra,Hj.WIRIANINGSIH,M.Si, selaku Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS

"Dalam menyambut Hari Kartini tahun 2018, PKS ingin hadir sebagai sebuah partai politik menuntut kebijakan dari pemerintah agar dapat membangun sarana tempat penitipan anak ( day care) di sekitar area perusahaan  yang tujuannya agar ibu-ibu yang bekerja mendapatkan ketenangan dan siang hari  (jam istirahat) masih bisa menyusui anaknya yang masih usia dibawah balita," tutur Dra, Hj.Wirianingsih yang menjadi insipirasi kaum wanita karena putra-putri beliau yang berjumlah sebelas orang semuanya hafis qur’an.


​​​​​

Kegiatan tersebut disambut hangat ibu-ibu yang hadir. Mereka sangat antusias berdialog soal masalah-masalah  keluarga dan  pencerahan dari Wirianingsih

"Terimakasih kami ucapkan kepada masyarakat yang begitu apresiatif bersama kami dalam menyambut hari Kartini. Selamat Hari Kartini tahun 2018, semoga Wanita Indonesia tetap sehat, semangat dan sejahtera," sebutnya.

Acara berlangsung dengan kehangatan di hadiri oleh seluruh fungsionaris dari DPW PKS Jakarta-Utara serta tokoh masyarakat yang juga ikut hadir dalam rangka “20 tahun pengabdian PKS untuk Indonesia.

Hj Yusriah Dzinun dalam keterangannya pada media mengatakan, emansipasi yang diperjuangkan Kartini saat ini dirasakan kaum perempuan. "Tanpa Kartini barangkali tidak akan ada jenderal perempuan, wakil rakyat perempuan dan sebagainya", ujar Hj Yus sumringah. (Ajie)
Berita Terkait
Berita Lainnya