,
26 Maret 2018 | dibaca: 97 Kali
Perairan Anoi Itam Sebagai Kawasan Konservasi Laut
noeh21


Sabang, Skandal

Panglima laut wilayah Lhok Anoi Itam Iksan menetapkan wilayah Perairan Laut Anoi sebagai daerah konservasi sacara terpadu. Penetapan tersebut di putuskan melalui rapat seluruh nelayan bersama masyarakat Anoi Itam dan kalangan akademisi pada 23/03/2018.

Penetapan perairan laut Anoi Itam sebagai areal konservasi merupakan tindak lanjut untuk menyelamatkan ekosistem terumbu karang dan kawasan pantai yang sudah mengalami degradasi sumberdaya alam.



Hal tersebut di ungkapkan oleh panglima laut Lhok Anoi Itam Iksan. Kepada awak media. "Keputusan ini merupakan hasil kajian yang melibatkan kalangan akademisi dan para pemangku kepentingan guna menindak lanjuti keluhan masyarakat terhadap aksi perusakan terumbu karang dan penggunaan obat-obat terlarang yang sudah terjadi puluhan tahun lalu.

Dengan ditetapkan sebagai kawasan konservasi maka daerah tersebut akan kita awasi dengan melibatkan peran serta masyarakat secara menyeluruh dalam menjaga kawasan perairan. Hal itu harus di dukung oleh seluruh Lhok maupun Panglima laut pada tingkat provinsi. dia juga mengharapkandukungan penuh dari pihak yang berwajib dalam menindak apabila terjadi pelanggaran dalam wilayah kedaulatannya.

Sementara itu Panglima Laut Kota Sabang Ali Rani menyambut baiklangkah yang di ambil oleh nelayan Anoi Itam dalam menjaga keberlangsungan sumberdaya alam "Kita sangat mengapresiasi langkah yang ditempuh Nelayan Anoi Itam bersama masyarakat dalam menjaga keberlangsung sumberdaya laut"  dan  semua pihak harus mendukung upaya-upaya masyarakat lokal yang terlibat langsung terhadap kepentingan masa depan laut kita, tambah dirinya.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat 23/04/2018 juga di hadiri oleh kalangan akademis sekaligus Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik-LEMKASPA, Kepada awak media Samsul Bahri M.Si menjelaskan upaya penetapan Wilayah Laut Anoi Itam dalam kawasan Konservasi secara terpadu merupakan upaya penyelamatan kawasan ekosistem terumbu karang dan hutan pantai secara terintegritas yang melibatkan peran sumberdaya lokal masyarakat setempat.

"Sebelumnya kita sudah melakukan Study kasus beberapa waktu yang lalu dengan melibatkan berbagai pihak terkait kondisi lingkungan laut di Anoi Itam," ungkap Samsul.

Dari temuan lapangan Samsul menyebutkan bahwa kawasan pantai Anoi Itam apabila memasuki musim timur banyak sampah kirim dari berbagai negara yang terbawa arus laut ke kawasan pantai.

"Ini merupakan satu masalah besar terhadap lingkungan pesisir," tambahnya.

Kedua ada pihak-pihak tertentu yang segaja merancun ikan di areal terumbu karang. ini yang menjadi dasar kita untuk mendorong ditetapkan kawasan perairan Anoi Itam menjadi areal konservasi secara terpadu. 

Sebagai kalangan akademisi dirinya sangat mengharapkan keterlibatan dan dukungan Pemerintah Daerah kususnya Pemkot sabang untuk mendukung secara
penuh langkah yang ditempuh oleh nelayan Anoi Itam Sabang.(DIMA).
Berita Terkait
Berita Lainnya