,
11 Juni 2020 | dibaca: 470 Kali
Kasat Lantas KKT: 6 Bulan Terakhir Kecelakaan Lakalantas Naik 70 Persen
noeh21


Saumlaki, Skandal

Trend kecelakaan Lalu Lintas naik sekitar 70 persen sejak Januari sampai bulan Juni tahun 2020 bila dibandingkan  tahun sebelumnya  hanya sekitar 20 sampai 
30 %.

"Selama pandemi corona ini Polres MTB tidak mengabaikan penindakan berupa tilang," ungkap Kasat Lantas, Iptu Jufernalis Samangun, saat ditemui di ruang kerjanya,Rabu,11 - 06

Menurut Kapolres,data Lakalantas tahun 2020 cukup tinggi, tercatat ada 37 kasus, baik MD, luka berat, luka ringan maupun kerugian material mulai dari bulan Januari sampai bulan Juni.

Ditambahkan, tahun - tahun sebelumnya angka Lakalantas trendnya agak menurun karena penindakannya benar - benar selektif dan prioritas. 

"Artinya kita betul - betul  fokus  pada pelanggaran. Kenapa ? Sebab terjadinya suatu kecelakaan awalnya pelanggaran Lalu lintas," ungkapnya.

Sebagai contoh,  tabrak jalur / lawan arah seperti di Jalan Matilda Batlayeri  Di jalan itu, sudah ada tanda larangan mulai dari dari Pohon Beringin Desa Sifnana hingga sampai Yamdena Plaza Kota.

"Itu kan jalan satu arah, tapi masyarakat belum taat dan patuh sehingga terbanyak kejadian Lakalantas ada pada Jalan Matilda Batlayeri. Berikutnya jalan Ir Sukarno / jalan poros," tutur  Kasat Lantas.

Sementara ini, pihaknya fokus terhadap imbauan, sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid - 19 sehingga tidak tertular di KKT. "Bukan hanya kami Polres MTB dalam hal ini Pol Lantas, tapi di seluruh Indonesia, Polri, khusus Pol  Lantas dilarang untuk melakukan penindakan ( TILANG ) dan ini berlaku di seluruh Polda Maluku mengikuti perintah tersebut secara terstruktur dari atas turun ke bawah yaitu dari Bapak Kapolri, "tutur Kasat Lantas.

Menururnya, pelarangan penindakan bukan secara total, tapi secara prioritas. Bila ada pelanggaran yang akibatnya fatal, pihaknya harus tindak melakukan penindakan pelanggaran tilang.

"Rata - rata dari korban Lakalantas supir atau pengemudinya  mabuk. Ini yang fatal, bukti kita banyak, kecelakaan Lakalantas. Berdasarkan data, sebagian besar mabuk dan tabrak di jalur atau lawan arah," tutur Kasat Lantas.

Demi mengantisipasi hal tersebut, Lalu Lintas mulai melakukan pos tetap khusus pada jalur satu arah di jalan Matilda Batlayeri, ada Pos Lantas tetap di depan Puskemas Lama,Depan Satos / Yamdena Plaza dan di Pohon beringin samping pompa bensin Desa Sifnana secara terpadu  bersama dengan Unit Sabara.

Di Saumlaki ada titik - titik rawan kecelakaan   Sesuai Peta dengan istilah  Black Spot  dan Tribel Spot. Black Spot adalah titik rawan terjadinya kecelakaan Lalu Lintas dan Treibel Spot adalah titik rawan terjadinya bencana atau titik macet.

"Paling menonjol black spot di Jalan Matilda Batlayeri,Jalan Ir Sukarno / Jalan poros  juga ada kecelakaan Lalu Lintas. Tapi tidak sebanding dengan jalan Matilda Batlayeri. Contoh di depan penginapan Pantai Indah selalu dan terjadi kecelakaan Lalulintas karena tabrak jalur atau lawan arah," urai Kasat Lantas.

Berdasarkan data untuk seluruh Polda Maluku,Polres MTB kejadian Laka Lantas khusus saat Covid - 19 naik 70 %.

Terkait pemberlakuan Kehidupan Baru atau ( NEW NORMAL ) pihaknya akan evaluasi terhadap pelanggaran -  pelanggaran Lalu Lintas,seperti apakah perlu untuk  ada penindakan pelanggaran hukum secara terus menerus atau secara selektif prioritas.

"Artinya bahwa hanya pada waktu - waktu tertentu kita akan melakukan sesuai rencana kegiatan baik harian,mingguan dan bulanan. Kita satuan Lalu  Lintas,pastinya akan Selektif Prioritas," tambahnya.

Kasat Lantas berharap masyarakat secara perlahan bisa sadar dan patuh berlalu lintas di jalan raya,walaupun pihaknya selalu menegakan aturan, tetapi kesadaran masyarakat lebih penting.

"Percuma juga penegakan tanpa ada kesadaran masyarakat," tegas Kasat Lantas. ( TAN 1 ).
Berita Terkait
Berita Lainnya