,
11 Maret 2018 | dibaca: 567 Kali
HMP: Semua Orang Punya Masa Lalu
noeh21

Solo, Skandal

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Hutomo  Mandala Putra SH, mengakui semua orang punya masa lalu, termasuk dirinya sebagai anak Soeharto dan mantan napi.

"Jadi, tak bisa dihilangkan," tegas Tommy, menjawab awak pers dalam konperensi siang tadi di Hotel Rol*in, 11/3.

​​​​​
Menurut Tommy, dia memang anak Soeharto yang punya masa lalu. "Tapi memangnya kenapa? Kan sekarang masyarakat pintar. Mereka bisa membandingkan yang sekarang dengan yang lalu," ujar Tommy yang disambut teriakan para kader mengutip slogan bergambar Soeharto, "Piye kabare Bro? Lebih enak zaman ku kan.

Dalam konprensi pers itu, Tommy Soeharto langsung membuka dengan session pertanyaan kepada pers yang langsung memburu seputar masa lalu orang - orang yang masuk ke dalam Partai Berkarya.

Salah satunya keberadaan Pollycarpus Budhiyanto, terdakwa pembunuh aktivis Munir yang tercatat sebagai Ketua DPW Tangerang Selatan

"Saya pikir, itu semua hak asasi Pollycarpus. Dia sudah menjalani hukuman. Jadi tidak omasalah,' papar Tommi.

Muchdi PR yang ikut hadir sebagai DPP partai berkarya menambahkan Pollycarpus divonis tanpa hak dipilih maupun dipilih.

"Jadi tidak seperti Anas yach yang hak politiknya dicabut," tandas Muchdi mantan anggota Kopassus eranya Prabowo.

Dalam Konprensi Pers itu, Tommy selain memaparkan visi dari Berkarya untuk masuk tiga besar di 2019 mendatang, juga mengkritisi pemerintahan saat ini, seperti hutang yang mencapai Rp 4700 triliun. 

"Nah itu bagaimana? Sepertinya akan jadi beban pemerintah berikutnya," ungkapnya, seraya menyebut ada pula yang positif, seperti Dana Desa mencapai Rp 1 miliar.

"Tapi kok, dananya bukan mensejahterakan, malah digunakan me membangun infrastruktur yang dananya sudah disediakan APBN," urai Tommy,  yang juga punya sapaan akrab HMP.

Ditanya apakah tokoh-tokoh lain ikut merapat  ke Berkarya, Tommy tidak memberikan jawaban.

"Misalnya Elza Syarief?" tanya pers.

"Lho, kok Anda tahu?" jawab Tommy.

Pers pun menujuk kehadiran Elza yang datang tidak diketahui Tommy.

"Apakah Mbak Tutut dan Mbak Titiek bergabung?

Tommy tersenyum sumringah. "Nanti, saatnya juga Anda tahu," ungkap Tommy. (Ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya