,
18 Mei 2019 | dibaca: 337 Kali
Hasnawati Rahaded mengaku Dapat Surat dari Inspektorat.
noeh21


Tual, Skandal

Bendahara Dullah Laut Hasnawati Rahaded mengaku selain diperiksa juga mendapat surat dari Inspektorat Kota Tual.

"Dalam pemeriksaan itu, memang ada temuan Inspektorat. Tapi saya minta waktu untuk menyelesaikannya,"  ujar Hasnawati pada Skandal. 

Menurut dia, setelah diberikan waktu, ia dapat dapat menyelesaikan sisa-sisa tunggukan temuan Inspektorat.

"Beberapa hari kemudian  Tim Inspektorat turun melakukan pemeriksaan ulang. Ternyata semua tunggakan kantor beres," jelasnya. 

Terkait soal kursi sofa dan barang lain di kantor Desa Dullah Laut dinilainya sebagai inventaris  kantor. "Bukan hak milik saya," tegas Hasnawati.

Dia menegaskan, 
kwitansi yang dipersoalkan warga, bukan rekayasa, melainkan  bukti - bukti pembayaran yang sah. 

"Jadi bagi masyarakat yang tidak tau atau tidak memahami, harap jangan  intervensi. Apalagi ikut-ikutan," tuturnya.

Hasnawati mengaku selama jadi Bendahara Desa selalu mengikuti arahan maupun perintah, baik dari Inspektorat dn maupun BPMPD.  

"Saya tetap ikuti. Jadi tidak ada miskomunikasi, karena komunikasi tidak terputus," papar Hasnawati. (MI)

Bahkan,  bila ada kesalahan teknis, dia selalu tentu mix komunikasi bangun komunikasi untuk mencari solusi dan memperbaiki.

"Jadi  semua pengadaan Desa Dullah Laut Kecematan Dullah Utara Kota Tual tidak ada bermasalah lagi," tegasnya.

Sebab, semua   sudah dapat diselesaikan, lantaran  Tim Inspektorat turun menyaksikan di lapangan. "Jadi semua sudah clear," tandas Hasnawati berkalu-kali.
Berita Terkait
Berita Lainnya