,
06 April 2020 | dibaca: 165 Kali
Gugus Tugas Intens Beri Edukasi Bagi Warga Malra
noeh21


Malra, Skandal

Pemerintah Kabupaten MalukuTenggara melalui gugus tugas percepatan penanganan Virus Corona (Covid-19) terus melakukan edukasi bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan Mohtar Ingratubun Tim Gugus Tugas dalam keterangan persnya di kantor Bupati Malra, senin.

"Gugus tugas percepatan lenanganan Covid-19 Malra dalam upaya pencegahan terus memberikan edukasi kepada masyarakat, kemarin kita lakukan di lingkungan Karol Woijtila Langgur dan sekitarnya", ungkap Mohtar.

Edukasi kita tekankan pada pandangan kita kepada para pelaku perjalanan, dimana kita tidak perlu resah akan kehadiran mereka.

Selain edukasi dan sosialisasi, kami juga lakukan pemriksaan di Bandar Udara Karel Sadsuitubun serta pelabuhan rakyat Watdek dimana hasil pemeriksaan penumpang tidak ditemui penumpang dengan gejala Covid-19.

Pemeriksaan rutin juga dilakukan pada posko Karantina Mandiri yaitu, Hotel Langgur, Ohoi Sathean, Ibra, Wain Raja, Watngon, Rewav, Elaar Let, Watngil, Wab Dan Ohoibadar, dimana hasil pemeriksaan tidak ditemukan gejala penderita COVID-19.

Perlu diketahui, sampai dengan hari ini (Senin) Kabupaten Maluku terdapat 2 orang ODP (Orang Dengan Pemantauan) dan 1 Orang PDP (Pasien dalam Pengawasan), terang Mohtar.

"Semua masyarakat melakukan pemantauan pelaku perjalanan sehingga benar-benar melakukan Physical Distencing, tetap tinggal dalam rumah, jaga jarak dan tidak bersentuhan fisik serta melakukan perilaku hidup bersih," imbau Mohtar.

Sementara itu, dr. Katrinje Notanubun yang juga Kadis Kesehatan di kesempatan tersebut menambahkan, semalam RSUD Karel Sadsuitubun Malra menerima rujukan satu warga Tual anak perempuan umur 3 tahun yang dikarantina oleh Pemkot Tual di gedung LPTQ Tual.

"RSUD Karel setelah melakukan pemeriksaan status anak tersebut ditetapkan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dengan gejala panas, batuk dan sesak napas, serta memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah dan kontak erat dengan ayahnya yang juga pelaku perjalanan dari pulau Jawa", ujar dr. Katrinje.

dr. Katrinje dikesempatan tersebut mintakan agar pelaku perjalanan maupun masyarakat di daerah ini dapat mentaati himbauan maupun instruksi dari Pemerintah yang sudah dikeluarkan.
Berita Terkait
Berita Lainnya