,
19 Mei 2019 | dibaca: 543 Kali
Diduga Sarat Korupsi,  Pembangunan Peningkatan Jalan Tebing Bulan - Jirak 
noeh21
Lokasi Jalan di Desa Bangkit Jaya Kecamatan Sungai Keruh


Muba, Skandal


Tudingan proyek peningkatan jalan dari Desa Tebing Bulang - Jirak terus menyembul ke permukaan. Bukan hanya tidak sesuai dengan RAB, juga sarat bau korupsi.

Tudingan itu mencuat ke permukaan, lantaran jalan yang baru rampung Febuari lalu, kondisinya jauh dari harapan.Jalan tersebut sudah rusak. Aspalnya mengelupas di sana - sini.




Kondisi jalan di Bukit Manti Desa 
Mekar Jaya Kecamatan Sungai Keruh yang sudah mengelupas



Padahal jalan sepanjang 57.90 meter itu menelan anggaran Rp 200 miliar, berasal dari anggaran pinjaman Pemkab Muba dari Perusahaan Badan Milik Negara ( BUMN )  melalui PT. Sarana Muliti Infrastruktur ( PT. SMI ). Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor  Conbloc Infratecno Istaka Karya Jo.

Jalan itu dimulai dari Km 11 Jirak  (Jirak - Talang Mendung dan Jirak - Layan - Bangkit Jaya ) Jembatan Gantung - Talang Simpang - Sp Rukun Rahayu - Mekar Jaya  Kecamatan Sungai Keruh, Kbupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumsel.

Sumber-sumber menyebutkan, karena kondisinya tidak memadai,  peningkatan jalan Tebing Bulang - Jirak  ini terindikasi ladangnya korupsi bagi oknum tertentu.

Hasil dari investigasi Skandal di lapangan,  menemukan berapa titik mengalami kerusakan, di ataranya di daerah Bukit Manti Desa Mekar Jaya. Aspal sangat tipis dan sudah mengelupas, diduga pada pekerjaan penimbunan di lakukan secara praktis sehingga tanah yang digunakan tidak sesuai speck.

Safrizal, warga Sungai Keruh  saat di konfirmasi di lokasi mengatakan, pada titik antara Jirak - Bankit Jaya kondisi jalannya sudah mengelembung rusak, dan aspalnya mengelupas. Di situ terlihat aspal sangat tipis, diduga peningkatan jalan ini tidak sesuai dari RAB.

Dari beberapa titik kerusakan tersebut belum ada upaya untuk  perbaikan dari pihak kontraktor dan dinas terkait. Ditambah tidak ada pengawasan, seakan - akan dinas terkait tutup mata. Diduga oknum- oknum tertentu sudah menerimah fee dari pekerjaan tersebut.

Lebih mirisnya, menurut para warga, awal pekerjaan ada pengawasan dari TP4D yang di ketuai oleh Kejari Sekayu. Namun setelah  selesai pekerjaanya  dipekirakan pada bulan Febuari 2019,  sekarang sudah banyak titik  mengalami kerusakan dan belum ada upanya perbaikan. ( tim )
Berita Terkait
Berita Lainnya