,
05 Agustus 2019 | dibaca: 624 Kali
Antisipasi TKI Ilegal  Kanim Kendari Perketat Pembuatan Paspor
noeh21
Barron Ichsan


Kendari, Kendal

Dalam mengatisipasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara Ilegal, saat ini Kantor Imigrasi (Kanim) TPI Kelas I Kendari lebih memperketat pembuatan buku paspor, khususnya untuk TKI Ilegal wilayah kerja Sulawesi Tenggara,(5/8) kemarin.

"Kuota untuk pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kendari sebanyak 77 buku, namun untuk setiap harinya dicetak hanya 30 sampai dengan 40 Buku paspor. 
Dalam satu tahun dari bulan Januari sampai dengan Bulan 31 Juli, kantor Imigrasi Kendari hanya mengeluarkan 50 Paspor untuk TKI,"kata Barron.

Kepala Kantor Imigrasi TPI Kelas I Kendari Barron Ichsan mengatakan, untuk harga buku Paspor PNDP seharga Rp 350.000 buku paspor untuk satu orang.
Tetapi untuk para pekerja harus mempersenjatai dirinya dengan rekomendasi dari Disnaker.

"Beberapa waktu lalu, ada beberapa orang ingin membuat paspor, namun kita tolak dan memasukan dalam sistem tersendiri. Nanti jika melakukan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi lainnnya akan diinterogasi lebih lanjut dalam pemberangkatannya," jelasnya.

Karena itu, sambungnya, Nawacita Kantor Imigrasi menunjukan negara hadir untuk melindungi masyarakat. Sebab,  yang dilakukan para TKI Ilegal akan merugikan diri sendiri. "Jadi Kantor Imigrasi hadir untuk melindungi para TKI dari jeratan hukum dan intervensi para majikan pada saat mereka bekerja," tuturnya.

Dia tidak menafikan  permintaan jadi TKI  Ilegal lebih banyak ketimbang TKI legal, baik  dipekerjaakan di wilayah Arab maupun di Malaysia. Selain  biayanya lebih murah, tetapi resikonya lebih tinggi. Ada intervensi majikan dan dianiaya, maka pekerja tersebut tidak bisa apa-apa serta mau mengadu sama siapa? "Apalagi untuk putus kontrak, suka-suka majikan," bebernya.

Sehingga pihaknya menghimbau kepada semua masyarakat yang hendak jadi TKI, berangkatlah sesuai aturan yang berlaku, yakni memenuhi prosedur dan ikuti secara legal dengan daftar diri di PJTKI.

Kemudian Dinasker yang akan mengeluarkan rekomendasi dan akan ada bimbingan kerja dari Disnaker,  ada asuransi yang akan dibayarkan.

"Intinya berangkat secara Legal lebih aman dan lebih menguntungkan serta lebih ada jaminan dari pada berangkat secara Ilegal," paparnya (Rina)
Berita Terkait
Berita Lainnya