Tutup Menu

Aksi Pemuda Pancasila Kabupaten Kubu Raya Di Kantor PTUN, Wahyu Harianto Angkat Suara.

Rabu, 17 Maret 2021 | Dilihat: 712 Kali
    
Kubu Raya Kalbar – tabloidskandal.com
Aksi Pemuda Pancasila Kabupaten Kubu Raya mendatangi Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jl Ahmad Yani Pontianak Kalimantan Barat, Selasa, 16/03/2.
 
Kedatangan Ormas ini adalah berorasi depan Kantor PTUN menanyakan Perkara hasil tindak lanjut PT. Bumi Indah Raya di PTUN. Orasi ini pada pukul 09.00 wib depan Kantor PTUN dan di jaga ketat aparat Kepolisian. Setelah orasi dan nego akhirnya di suruh masuk ruangan dan di wakili 6 orang perwakilan.
 
Dalam Orasi tersebut tidak hadir pihak Hakim dari Pengadilan Tata Usaha Negara untuk dapat menjelaskan kepada kedatangan Pemuda Pancasila Kabupaten Kubu Raya, melain kan Humas dari Pengadilan Tata Usaha Negara, sehingga Membuat di dalam ruang sidang pertemuan beberapa Organisasi Pemuda Pancasila menjadi sedikit memanas dan kecewa, karena yang Hadir hanya Humas dari PTUN, maka dari beberapa orang dari Pemuda Pancasila Kubu Raya keluar dari ruang Pertemuan.
 
Setelah itu melanjutkan orasi di Kantor Komisi Yudisial Republik Indonesia Jl. Irian Yudisial No 41 Pontianak, sekaligus menyerahkan berkas 1 (satu) bundel dan di terima oleh perwakilan dari Komisi Yudisial.
 
"Wahyu Harianto (Akang) Ketua MPC. Pemuda Pancasila Kabupaten Kubu Raya. Sa'at di temui dan di wawancarai oleh awak media, Akang Angkat bicara dan ia mengatakan untuk menindak lanjuti Hasil Putusan PTUN, perkara Tanah yang dimenangkan oleh PT. Bumi Raya. Karena sudah 5 (lima) kali Ibu Lili santi Hasan pemegang sertifikat Hak Milik tanahnya yang letaknya nya di jalan Mayor Ali Anyang, tepat nya di samping Kodam dan di depan kodam.
 
Sedangkan Lili santi Hasan sudah menang lima kali dalam perkara tanah ini, dengan orang yang berbeda.
Tetapi setelah Perkara sama pihak Bumi Raya, sedangkan PT. Bumi Raya tidak mempunyai alashak, hak yang jelas. Bumi Raya seolah olah kalau kami meliat dan menilai Ada Indikasi diduga pihak BPN, bermain sama pihak Pengadilan Tata Usaha Negara, (PTUN)
 
Karena sudah beberapa kali Ibu Lili Santi Hasan memegang sertifikat yang Syah, Lima kali juga di gugat, Lima kali juga Menang..
 
Tetapi dengan PT. Bumi Raya yang tidak mempunyai alashak, di menangkan oleh PTUN.
 
Dan disini saya katakan banyak sekali kejanggalan, dan ketimpangan dari hasil keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
 
Penerbitan Sertifikat tahun 2007, belum ada nya jalan. Surat Ukuran nya tahun 1976, ini sudah banyak kejanggalan.
 
Harapan saya selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kubu Raya, yang mengawal Kasus Tanah milik Lili santi Hasan, seharusnya nya yang menjadi Pemenang,dalam kasus ini ibu Lili santi Hasan.
 
Karena berdasarkan Surat - surat beliaulah yang berhak menang dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara. Sengkarut nya Pihak PTUN, Dalam putusan ini"Ungkap Akang.
(RH)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com