,
16 Mei 2021 | dibaca: 82 Kali
Agar Sektor UMKM Berjaya Di Negeri Sendiri Pemerintah Harus Berani Bebaskan PPn
noeh21
Jakarta – tabloidskandal.com
Anto Suroto, SH, SE, MM yang dikenal sebagai penggiat serta kerap lakukan pendampingan bagi para pelaku di sektor UMKM mengingatkan kepada seluruh stakeholder terkait, agar di hari kemenangan Idul Fitri 1442 Hijriah kali ini, seyogyanya dapat dijadikan momentum "Kebangkitan Produk UMKM Berjaya di Negeri Sendiri".
 
Untuk mencapai itu, menurut Ketua Umum Aliansi Perdagangan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) tersebut perlu adanya campur tangan pemerintah menerbitkan regulasi yang mengacu kepada keberpihakan sektor UMKM.
 
"Jika perlu pemerintah harus berani menerbitkan SKB tiga Menteri dan juga harus berani mencabut ketentuan PPN 10 % yang saat ini dirasakan isangat memberatkan bagi para pelaku usaha sektor UMKM," terang Anto Suroto yang juga duduk sebagai sebagai salah satu Dewan Pembina di MIO INDONESIA.
 
"Selain harus dibebaskan dari ketentuan PPN 10 persen tersebut, juga harus ada aturan regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah yang mewajibkan bagi toko atau pasar modern lainnya menyediakan 25 hingga 30 persen dari total space yang ada, untuk display produk yang dihasilkan oleh UMKM," terang Anto Suroto.
 
"Jika hal itu diabaikan, maka gembar-gembor pemerintah terkait ingin memajukan sektor UMKM sepertinya hanya isapan jempol belaka," tegas Anto yang dikenal suka ceplas-ceplos jika berbicara.
 
Menyikapi teriakan pemerintah agar Produk UMKM bisa bangkit, baik yang digaungkan sebelum pandemi hingga sekarang ini.
 
Menurut lelaki separuh baya yang sudah malang melintang dan berpengalaman dalam mengurusi "tektek bengek" dunia UMKM yang tidak saja dilakoninya di negeri sendiri itu.
 
Namun, berbagai pengalamannya hingga dia terjun langsung untuk belajar ke negara luar kendatipun semua itu dilakukannya secara mandiri, tidak lantas menyurutkan niat lelaki Flamboyan tersebut untuk terus menekuni bidang UMKM yang digandrunginya hingga dia akhirnya harus berkeliling mendatangi berbagai negara luar.
 
Baik di negara-negara yang yang berada dilingkungan Asia Tenggara maupun yang berada di Benua Asia semua telah dijelajahi dengan baik.
 
Bahkan, beberapa kota yang ada di Amerika Serikat dan di Eropa pun tidak luput dari kunjungan lelaki Putra Jawa Kelahiran Sumatera tersebut, yang mengaku sejak di bangku Sekolah Dasar dulu, dia sudah jadi pengusaha Ikan Asin kecil-kecilan di Kota Medan.
 
Sehingga dari berbagai pengalamannya yang segudang itu, tidak mengherankan jika saat ini sosok Anto Suroto kerap dijadikan sebagi pembicara dalam acara-acara seminar maupun acara workshop lainnya, karena memang Anto Suroto dinilai memiliki pengalaman yang sangat baik dalam bidang UMKM.
 
Kebangkitan produk UMKM menurut lelaki kelahiran Kota Medan Provinsi Sumut itu, indikatornya bisa dilihat dan dihitung dari implementasi 30 persen keberadaan produk-produk UMKM terealisasikan pada rak-rak pajangan barang (Red- Rak Gondola) yang tersedia di pasar-pasar modern ataupun Mall.
 
"Jika implementasinya belum terpenuhi maka impact yang timbulpun tidak akan terlihat secara signifikan," terangnya.
 
Padahal slogan yang bersipat himbauan kepada masyarakat, antara lain "Cintailah Produk Indonesia"
 
Sepertinya kelimat semacam ini sudah cukup lama didengungkan, namun faktanya hingga saat ini himbauan tersebut belum bisa memberikan impact positif yang dapat dirasakan "Rasa Manisnya" oleh kalangan pelaku UMKM di Republik ini.
 
Maka dengan momen bangkitnya Produk IKM, UKM dan UMKM diharapkan nantinya bisa berdampak mendorong terhadap percepatan pertumbuhan perekonomian secara Nasional. Ditemui ditempat kediamannya, lelaki separuh baya yang masih energik dan tinggal di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat tersebut, dia menyambut kedatangan awak media dengan hangat penuh keakraban.
 
Sikapnya yang bersahabat dan selalu memberikan energi positif dalam setiap kelimat bicaranya, sehingga orangpun menjadi betah berlama-lama mengobrol dengannya.
 
Sosoknya memang patut diteladani, sehingga tidak berlebihan jika saat ini Anto Suroto didapuk sebagai Dewan Pembina MIO INDONESIA dan Ketua Umum APIKI karena dinilai mampu memberikan contoh Nyata dengan Produk UMKM. Seperti beberapa produk kue lebaran, ketupat, rendang dan juga opornya, semua produk olahan tersebut disajikan dengan citra rasa berkelas, Luar biasa!
 
"Mari kita peduli dan memberikan bukti nyata kepada semua para stakeholder terkait, khususnya bagi para pemangku kebijakan saat mendukung keberpihakan kepada sektor UMKM agar produk-produk mereka bisa mengisi sebanyak 25 hingga 30 persen di rak rak pajangan toko maupun gerai pasar modern lainnya," harapnya.
 
Terpuruknya ekonomi nasional hingga saat ini, yang juga belum ada tanda-tanda pertumbuhan secara positif dan signifikan, tentunya tidak terlepas dari adanya sikap "setengah hati" yang masih bercokol dalam pemikiran para pengelola pasar modern yang notabene sebenarnya dijalankan dengan cara "kartel".
 
Terkait itu Anto Suroto selaku selaku Dewan Pembina MIO-INDONESIA, mengajak kepada semua insan pers untuk turut bertanggung jawab dengan cara memuat konten pemberitaan yang mampu memberikan edukasi kepada para stakeholder terkait, khususnya bagi para pemegang kebijakan di perusahaan pasar modern, untuk saat nya bersinergi dengan para pengusaha UMKM, agar bisa bangkit dan mandiri di negeri sendiri.
 
Hal itu ditegaskan kembali oleh Ketua Umum APIKI yang sudah berpengalaman selama 20 tahun lebih, yang telah melakukan pendampingan dan juga kurasi produk yang memiliki standar UMKM Nasional maupun Internasional demi terpenuhinya Program Menuju Indonesia Negara Maju.
(Rel)
Berita Terkait
Berita Lainnya