,
29 Maret 2018 | dibaca: 104 Kali
Tri Joko Susilo, Dewan Pembina PWO:
Informasi Media Online Cepat dan AI
noeh21
Jakarta, Skandal

Ketua Umum Perisai Berkarya, Tri Joko Susilo, menilai informasi yang disajikan oleh media online saat ini sangat cepat. Saking cepatnya, update informasi yang diberikan hanya dalam hitungan beberapa menit.

,"Bahkan informasi yang disajikan sangat valid, alias A1," ujar aktivis yang peduli pada ekonomi kerakyatan ini.

Jadi, menurut jebolan Fakultas Hukum ini, jangan cepat-cepat "memvonis" berita dari media online hoax, alias ngibul.

Menurut dia, saat ini banyak wartawan media online  yang luwes, tahu banyak kondisi di lapangan hingga  ke jeroan sebuah masalah maupun nara sumber.

"Mereka sangat pintar bergaul," tandas Joko yang menyatakan kesediaan didaulat sebagai Dewan Pembina Persatuan Wartawan Online (PWO) Indonesia.

Alasan, PWO dibidani oleh anak-anak muda, yang peduli pada NKRI, Pancasila, Kebhinekaan dan UUD 1945. "Artinya mereka menjunjung pers bebas yang bertanggung jawab," papar Joko.

Dia  juga  menyebut wartawan media online dari media apapun adalah telinga, mata dan hidung  masyarakat. Mereka  pandai mengolah sumber daya informasi yang terkadang   tidak dimiliki oleh insan pemerintah yang jarang turun ke lapangan. 

Bahkan, tambahnya, jika organisasi, terlebih bagi partai bila ingin besar dan membumi, tak  ada alasan untuk lari dari wartawan, termasuk  media online baik   yang baru  maupun  mentereng

"Wartawan media online piawai mengolah dan menyajikan informasi sehingga masyarakat terasah, bukan cuma berita politik. juga info kuliner,  travel maupun info beasiswa tersaji dengan baik," tuturnya.

Menurut Joko, wartawan sejatinya pemimpin informasi, tabligh  bagi masyarakat.

"Kalau akslerasi masyarakat mau maju ya disana media online sangat berperan," ungkapnya.

Jadi, imbau Joko, fasilitasi mereka, jangan seperti di provinsi tertentu yang seolah untuk wartawan tidak diberi support.

"Anehnya mereka sibuk  makan duit e ktp. Ini pemimpin yang merusak rakyat, juga merusak keleluasaan rakyat menerima informasi dengan mengurangi fasilitas untuk wartawan, " kecam Joko, seraya menyebut para Kepala Daerah maupun calon legistatif seyogianya figur yang asyik dengan insan pers.

"Otomatis  pers pun  mendukung munculnya pemimpin pemimpin yang asyik di semua tingkatan yang memudahkan pers berkembang, termasuk media online," ujar Joko.
Berita Terkait
Berita Lainnya