,
24 Juli 2020 | dibaca: 128 Kali
Warga Pertanyakan  Bantuan Dampak Covid Ke Posko
noeh21


Simalungun,Skandal

Warga Simalungun datang dari Kecamatan Dolok Panribuan, Jorlang Hataran, Panei, Tanah Jawa, Jawa Maraja Bah Jambi didamping Forum Orang Miskin Sumatera Utara (FORMIKOM SUMUT).

Mereka mendatangi poso Covid di Jalan Asahan Kabupaten Simalungun, Kamis (23/7/20), mempertanyakan bantuan yang diberikan pemerintah untuk warga yang terdampak Covid-19.

Ketua FORMIKOM SUMUT Kordinator Aksi Lipen Simajuntak mengatakan, penerima bantuan selama ini tidak tepat sasaran. sasaran seperti BPNT, PKH, Sembako Kabupaten dan Provinsi, KIS, PBI begitu juga dengan program bansos untuk penanganan Covid-19

“Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun belum mampu mensejahterahkan masyarakatnya atau mengayominya. Seakan Pemerintah Simalungun alergi dengan masyarakatnya khususnya warga miskin,” kata Lipen.

Masi Lipen, menyampaikan rasa prihatinnya karena saat ini ribuan penerima KIS, PBI di non aktifkan Pemerintah Simalungun sehingga warga penerima KIS dan PBI tidak dapat berobat lagi.

“Maka kami dari warga miskin dengan FORMIKOM Sumut meminta Aparat Penegak Hukum dan Bupati Sinalungun agar bantuan BPNT, PKH, KUBE, BANSOS dan sembako Kabupaten dan Provinsi serta masker agar tepat sasaran. Namun kami juga meminta dilakukan pendataan ulang atau verifikasi penerima program bantuan Pemerintah. Aktifkan kembali bantuan Pemerintah KIS, PBI di Simalungun serta usut Dana Penggunaan Covid-19 di Kabupaten Simalungun ini”, tegas  Lipen.

Kepala Dinas Sosial Simalungun Mudahalam Purba tidak berada dikantor. Melalui selulernya ia minta agar aspirasi disampaikan kepada kepala bidang sosial.

Menurut pantauan awak media, tak ada Kabid dan anggota dinas Sosial.
Sementara itu, Kordinarotor Daerah Kementerian Sosial Rina Saragih menjawab Pertanyaan Formikom Sumut. Menurutnya, kemenenterian sosial memakai data yang lama tahun 2011. Dan saat ini Kementerian Sosial RI memerintahkan Kepada Pangulu serta perangkat desa di Kabupaten Simalungun untuk mendata ulang warga miskin di setiap Nagori”, sebut Rina.

Reporter.             : Monawelta
Kabiro Sumut.    : Ansary Nst
Berita Terkait
Berita Lainnya