,
12 September 2019 | dibaca: 342 Kali
Warga Masyarakat Sikur Menyayangkan Arogansi Kepala BKPSDM Lotim.
noeh21
Lalu Junaidi dan Lalu Mukarrap Akrivis LSM GUMI PAER LOMBOK

Skandal Lotim

Sejumlah warga di Kecamatan Sikur sangat menyayangkan sikap, sombong, arogan dan sok berkuasa. Sampai - sampai mengungkapkan kata - kata Rasis kepada masyarakat , hanya karena  pada saat Pilkada serentak 2018  lalu  berbeda pilihan  dalam berdemokrasi untuk pemilihan Bupati Lotim. 

Sikap arogan tersebut ditunjukkan oleh salah satu pejabat di Pemda Lombok Timur, yaitu H.M.Isa, S.AP.



H.Busairi, Plt. Kanit Dikbud Sikur


"Saya yang urus semua  urusan Sikur. Pak Kanit duduk manis saja, dan saya akan hancurkan Sikur," ujar Lalu Junaidi, salah satu tokoh masyarakat Sikur, sekaligus aktivis dari LSM Gumi Paer Lombok.

Kalimat sok kuasa  itu juga sempat didengar oleh para tokoh masyarakat Sikur, tokoh pemuda, dan juga Plt. Kanit Dikbud Sikur H. Busairi, S.Pd.

Ia mengatakan pernyataan seorang pejabat Strategis di Pemda Lotim ini sangat arogan. Misalnya suatu ketika pejabat ini pernah memberikan SK kepada Safii, mantan pejabat di Kanit UPTD Dikbud Terare pakai tangan kirinya, lalu Safii yang menerima SK merasa tidak enak perasaannya karena sikap seorang pejabat yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi masyarakat.

Arogansi itu membuat masyarakat meminta kepada Bupati Lombok Timur supaya pejabat Kepala BKPSDM Lotim segera di Copot dari jabatannya. "Sikapnya yang kurang beretika terhadap masyarakat, kerena jika biarkan tatanan birokrasi di Lotim akan amburadul atau hancur," tegasnya.

Jika  Pemda tidak segera mengambil langkah - langkah kongkrit atau mengambil sikap terkait hal ini, menurut Lalu, warga akan turun ke jalan untuk menggelar aksi menyampaikan aspirasi. 

H.M.Isa, S.AP menyatakan dirinya  tidak pernah membuat pernyataan seperti yang di tuduhkan kepada dirinya.. "Saya tidak berkata seperti itu," ungkapnya kepada media Skandal news com saat di konfirmasi di katornya Rabu. Bahkan berusaha menghindar untuk dikonfirmasi lebih detail Rabu,  11 / 9 / dan terkait dengan mutasi Kepsek.

"Silahkan tanya di Dikbud, masalah guru dan Kepsek Dikbud yang tahu, kami menerima saja di sini baru kami proses," tandasnya dengan nada keras.
Berita Terkait
Berita Lainnya