,
26 Mei 2018 | dibaca: 436 Kali
Tim PKK Bojonegoro Bantu Sucipto, Pengidap Gangguan Jiwa
noeh21

Bojonegoro Skandal

Tim penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro  mengunjungi Sucipto, 36, warga Desa Mulyo Agung, Kecamatan Kota Bojonegoro, yang mengalami gangguan jiwa belasan tahun. Dia  dirawat oleh orang tuanya sendiri, Sumiati, 53,  seorang janda.

Kedatangan  Tim penggerak PKK bersama ketuanya, Sunarti Supriyanto menjadi  obat yang diharapkan Sumiati. Sebab,  selama ini  beban hidupnya   berat karena setiap harinya harus menyediakan 2 - 3  pak rokok perhari. Bila tidak dituruti, Sucipto suka marah-marah sambil membentak dan teriak-teriak. Padahal Sumiati kerjanya  tidak menentu.

Dalam kunjungan tersebut, 
Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro,  Sunarti memberikan santunan dan sembako kepada Sumiati, sekaligus  serta menawarkan agar putranya dirawat di RS Jiwa Menur.

"Semua biaya ditanggung oleh pemerintah Provinsi dan  gratis, alias tidak bayar sepeserpun," ujar Sunarti, sembari menyebut  jikalau diizinkan langsung akan dibawa dan diperiksa ke RS.

"Bagaimana ibu, setuju?" tanya  istri Plt Bupati Bojonegoro, Drs Supriyanto SH MH.

Menurut Sumiati, dari 6 anaknya, hanya Sucipto anak laki satu-satunya. "Limanya adalah perempuan," ujar Sumiati. Sedang Sucipto sudah beristri, dikaruniai seorang anak yang masih TK.

"Sucipto 2 kali kecelakaan bermotor. Tapi  kecelakaan  kedua sangat parah, hingga kondisinya seperti ini," ungkap Sumiati, menyebut gangguan jiwa anaknya dimulai sejak lulus SMA.

Kartini, 40,  kakak dari Sucipto,  menyampaikan terima kasih atas perhatian luar biasa dari Tim PKK, termaksud penawaran perawatan di RS secara gratis.

"Kami sangat berat hati bila adik saya  dibawa ke RS Jiwa Menur Surabaya. Dia
sempat melarikan diri. Kami hanya menginginkan obat saja. biar Ibu sama saya yang merawatnya," akunya dengan nada sedikit tersendat.
Berita Terkait
Berita Lainnya