,
29 November 2020 | dibaca: 539 Kali
Tanah Pelabuhan Rembang Terminal Sluke di Tutup Pekan Depan
noeh21
Rembang, Skandal

Pengumuman tahap kedua dalam penertiban pemanfaatan tanah di Pelabuhan Rembang Terminal Sluke dilaksanakan kemarin. Pekan depan, akan dilakukan penutupan di seluruh tanah pelabuhan.

Komisaris PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Rembang Cahyo Sumirat menyampaikan, pemasangan pengumuman tahap kedua kemarin memang telah direncanakan. Sekitar pekan lalu pihaknya bersama Satpol PP dan Polres Rembang sudah memasang pengumuman tahap pertama di enam titik. 

Kali ini, bunyi himbauan itu menyangkut pada penutupan seluruh tanah pelabuhan terhitung sejak 4 Desember.  Kegiatan pemanfaatan untuk penumpukan barang, penempatan peralatan, kegiatan kepelabuhanan maupun non kepelabuhanan harus dihentikan. Hanya di dermaga 1 yang diperbolehkan melaksanakan aktifitas pelabuhan.

Pantauan Skandal kemarin, di area dermaga satu terparkir beberapa truk. Selain itu juga terlihat aktifitas bongkar muat tongkang. 

Dalam keadaan khusus, sebagaimana yang tertulis dalam pengumuman ini,  nantinya kegiatan kepelabuhanan juga dapat dilakukan di dermaga 2 dan 3 dengan memanfaatkan tanah reklamasi yang sudah ditentukan hanya untuk jalan akses ke dermaga 2 atau 3 dan atau untuk peralatan yang dibutuhkan, setelah memperoleh persetujuan dari KUPP Kelas III Rembang dan Pemkab Rembang.

Kecuali keadaan darurat, karena pertimbangan keselamatan, maka keadaan khusus hanya berlaku satu bulan terhitung sejak tanggal penutupan. Peralatan atau tumpukan barang yang berada di area pelabuhan akan disegel.

”Dalam momen kedua ini sudah ada batasan waktu. Nanti 4 Desember penutupan. Yaitu penutupan pemanfaatan tanah pelabuhan,” katanya. Jadi, lanjut Cahyo, bagi para pengguna yang tidak memiliki perjanjian yang jelas maka harus segera mengkosongkan penumpukan barang. Konsekuensinya apabila tak dilaksanakan segera, akan ada sanksi penyegelan dan sebagainya.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur berharap terkait pelabuhan bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Kedepan pihaknya akan berkomunikasi dengan pihak terkait. ”Kami ngomong bareng-bareng. Biar tidak terjadi perselisihan dan tidak berlarut-larut lah,” katanya. (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya