,
05 Oktober 2020 | dibaca: 181 Kali
Tak Ingin Kecolongan, Kades Trahan Sediakan Rumah Karantina Covid-19.
noeh21


Rembang Skandal

Program Jogo Wargo yang dijalankan Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Trahan Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang mendapat apresiasi dan dukungan Pejabat Sementara (Pj) Bupati Rembang Imam Maskur dalam kunjungan dadakan ke desa setempat Sabtu (3/10) lalu. 

Kunjungan mendadak Imam Maskur bersama tim ke desa tersebut. Pasalnya desa yang sebelumnya ditetapkan sebagai salah satu Desa Siaga Covid-19 ini, dinilai konsisten dalam menjalankan kegiatan Jogo Wargo.

Desa Trahan yang berada di wilayah Pantura Rembang timur ini sempat berada dalam kondisi Zona Merah (ZM) lantaran salah seorang warga meninggal akibat terpapar Covid-19. Tak ingin kecolongan kali kedua, Kepala Desa Trahan Tunikah mengintensifkan dan memaksimalkan program Jogo Wargo  yang beranggotakan 38 orang dari masing- masing RT/RW.

Ia mengatakan, sebelumnya desa ini sempat mengalami zona merah. Namun berkat kerjasama yang baik antara perangkat, warga desa dan pejabat terkait, kini berada dalam kondisi sudah zona hijau.
 
“Tetapi kami tetap waspada agar tidak kecolongan lagi. Salah satunya dengan mengintensifkan dan memaksimalkan program Jogo-Wargo bahkan setiap warga yang akan keluar atau masuk wajib lapor ke pihak desa,”. Kata Tunikah kepada wartawan  Skandal.

Saat ini, Gedung TPS3R sebagai tempat Rumah Karantina bagi warga desa yang terpapar  Covid-19. Gedung ini fasilitasnya cukup baik. Memiliki 3 kamar pasien  dan 5 tempat istirahat yang  juga dilengkapi dengan pendingin ruangan Air Condition  (AC) dan petugas yang siap siaga.

“Sosialisasi terkait protokol kesehatan termasuk  jogo wargo terus kami lakukan. Bahkan bagi semua tamu selain warga desa, sebelum masuk dan keluar harus meminta ijin ke pihak desa. Mereka wajib membawa surat keterangan dari desa asal yang menerangkan bahwa desa asal mereka dalam kondisi zona hijau,” tandasnya. 

Ia menambahkan hasil kunjungan Pjs Bupati Rembang cukup baik dan mendukung bahkan meminta agar desa-desa lain dapat mencontoh program Jogo Wargo yang ada disini.

“Dalam kegiatan sehari-hari kami berharap warga janganlah mengabaikan protokol kesehatan, karena ini adalah kunci dalam menjalani kehidupan pribadi dan kehidupan bermasyarakat,” harapnya. (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya