,
13 Juni 2019 | dibaca: 426 Kali
Syawalan Jepara Larung Kepala Kerbau Sebagai Tradisi Nelayan. 
noeh21

Skandal Jepara.

Rangkaian kegiatan Pesta Lomban ini dilaksanakan Rabu pagi (12/6) di perairan Jepara. Tradisi ini rutin digelar sepekan setelah perayaan Idulfitri sebagai rasa syukur masyarakat atas berlimpahnya rezeki yang diberikan Allah SWT.

Larung Kepala Kerbau dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu, Kecamatan Jepara, dipimpin langsung Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi dengan didampingi Forkopimda dan pejabat terkait.

Replika perahu lengkap yang berisi kepala kerbau, sesaji dan aneka hasil bumi, diarak menuju ke tengah laut untuk dilarung. Ratusan kapal nelayan ikut ambil bagian dalam prosesi ini.

Tiba di tengah laut, kapal-kapal nelayan, mengitari dan menyaksikan prosesi pelarungan tersebut. Perahu kepala kerbau yang juga berisi sesaji dan hasil bumi itupun menjadi rebutan puluhan nelayan. Mereka melompat ke laut untuk berebut hasil bumi yang diyakini membawa berkah.

Plt Bupati Dian Kristiandi mengatakan, kegiatan Ini dimaksudkan sebagai wujud syukur nelayan yang telah mendapat keberkahan laut selama setahun terakhir. “Iya, ini merupakan wujud syukur para nelayan atas keberkahan yang diberikan Tuhan di laut,” katanya.

Dikatakan Andi, kapal yang mengikuti prosesi larungan tahun ini lebih banyak dari sebelumnya. Ada sekitar 170 kapal berpenumpang ikut menyaksikan pelarungan kepala kerbau.

“Diperkiarakan ada sekitar 1500 penumpang yang ikut ambil bagian,” katanya.

Tradisi yang lahir dari masyarakat tersebut kini telah menjadi destinasi wisata. “Pemkab ikut melakukan pengelolaan, tradisi Pesta Lomban ini menjadi destinasi wisata di Kota Ukir,” tuturnya.

Rangkaian Pesta Lomban diawali sehari sebelumnya, dengan arak-arakan kerbau yang disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto. 
Kemudian dagingnya dimasak dibagikan masyarakat. Sementara kepala kerbau diarak dari balai desa menuju ke tempat larungan di tengah laut.(Rif@n/456)
Berita Terkait
Berita Lainnya