,
28 Januari 2018 | dibaca: 309 Kali
Syamsudin, Ketua FPB Jakarta Utara: Apresiasi KLJ Anies-Sandi
noeh21
Jakarta, Skandal
 
Syamsudin, Ketua Forum Pemuda Betawi (FPB) Jakarta Utara  memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang merealisasi  janji-janji kampanyenya. Salah satu di antaranya soal memberikan tunjangan kepada lanjut usia melalui peluncurkan Kartu Lansia Jakarta (LKJ).

“Sebagai warga Jakarta, kita senang punya gubernur yang peduli kepada Lansia,” ujarnya siang tadi dalam obrolan dengan Skandal.

Seperti diketahui,  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merealisasi salah satu janji kampanyenya memberikan tunjangan kepada lanjut usia melalui peluncuran Kartu Lansia Jakarta, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Desember 2017.


 Syamsudin, Ketua FPB Jakarta Utara

"Ini merupakan salah satu program prioritas kami di bulan-bulan pertama (menjabat). Dan kami kali ini memberikan kepada 14.520 lansia," kata Anies.
 
Nilai tunjangan yang akan diberikan kepada setiap lansia Rp 600 ribu per bulan selama satu tahun. Untuk tahap pertama, Anies mengulirkan bantuan terlebih dahulu  kepada lansia kelompok desil 1, yang merupakan rumah tangga dengan kondisi kesejahteraan sampai 10 persen terendah di Indonesia. 
 
Untuk pencairannya, para lansia bisa mengunjungi Bank DKI terdekat setiap bulan. Anies pun meminta pihak bank memprioritaskan para lansia yang hendak mencairkan tunjangan mereka.
 
"Mereka adalah orang tua yang harus dihormati, dahulukan, jangan ditempatkan sebagai orang meminta-minta," ujarnya.
 
Anies  berharap, dengan pemberian KLJ, tak ada lagi para lansia yang telantar. Ia juga mengimbau warga memberitahukan kelurahan setempat jika menemukan orang tua tidak terawa agar  bisa ditindaklanjuti dan dipastikan tidak telantar.
 
KLJ ini hanya diberikan untuk penduduk DKI yang berusia di atas 60 tahun dan tidak mampu. Biarpun tinggal bersama dengan anaknya, lansia tersebut tetap berhak atas KJL jika memang tidak mampu. 
 
Menurut Kepala Dinas Sosial DKI Masrokhan, KLJ yang diberikan Anies Baswedan hari ini baru berupa prototipe atau percontohan sekaligus sosialisasi. KLJ baru diberikan kepada 14.520 lansia mulai 2018 setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI 2018 disahkan.
 
Syamsudin mengharapkan pendataan dan pengawasan KLJ  tepat sasaran, tidak disalahkan gunakan oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi. “Atau yang didata, hanya kalangan terdekat, atau keluarganya saja,” katanya tertawa.
 
“Perlu didata dan dilakukan verifikasi faktua di semua kelurahan yang ada di Jakarta,” jelasnya. Verifikasi itu bukan hanya sekadar laporan di kertas, apalagi hanya sekadar melihat KTP-nya.
 
“Kalau perlu dikunjungi rumahnya, statusnya apakah pensiunan PNS, swasta dan siapa yang menanggungnya,” jelasnya. Dari situlah kevalidan akan tepat sasaran.
 
”Itu dilakukan agar program yang diberikan oleh pemprov DKI bisa dirasakan oleh lansia yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya mengingatkan semua pihak. Alasannya, lagi-lagi ajaran agama dan budaya timur, lansia adalah orang tua yang harus dihormati, sekaligus lahan ibadah. (Jak)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya