,
06 Maret 2021 | dibaca: 103 Kali
Sosialisasi Dan Dialog Interaktif Tentang Vaksinasi Covid-19
noeh21
Amuntai – tabloidskandal.com
Sosialisasi dan dialog interaktif ini dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU H. Danu Fran Fotohena,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) HSU KH. Said Masrawan dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makananan (BPOM) HSU Bambang Hery Purwanto, berlangsung Di Studio Media Center HSU, Jumat (5/3/21).
 
 
Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU H. Danu Fran Fotohena menyampaikan, bahwa vaksinasi bertujuan untuk mengurangi transmisi penularan Covid-19, menurunkan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (Herd Immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.
 
"Kasus positif akan terus bertambah jika tidak selalu menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan untuk vaksinasi ini adalah upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19, semakin banyak divaksin maka akan semakin banyak manfaat yang kita rasakan, tentunya dengan dukungan dari berbagai lapisan untuk menyukseskan vakasinasi ini.” ucapnya.
 
Selanjutnya, Ketua MUI HSU KH. Said Masrawan mengatakan MUI telah memberikan arahan sesuai dengan tugasnya berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Vaksin Covid-19 produksi Sinovac suci dan halal, itu artinya MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) dengan mengkaji bahan dari vaksin sinovac ini bersih dan halal menurut pandangan agama, serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan  mencegah terjadinya penyakit.
 
"Insya Allah vaksin ini aman dan halal,Ini sebagai salah satu ikhtiar mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penularan wabah Covid-19 di tengah masyarakat khususnya di kabupaten HSU.” ujarnya.
 
Kepala BPOM HSU Bambang Hery Purwanto juga mengatakan masyarakat tidak perlu ragu saat akan di vaksin sebab vaksin telah mendapat ijin dari BPOM. Vaksin Sinovac terbukti aman serta telah memenuhi persyaratan dan sudah melalui uji klinis dari BPOM, hingga saat ini BPOM juga terus mengawasi proses vaksinasi covid-19.
 
"Keefektifan vaksin berdasarkan uji klinis tercatat sebesar 65,3 persen, memenuhi persyaratan organisasi kesehatan dunia WHO yakni di atas 50 persen. Efek samping yang tercatat sampai saat ini dari yang ringan sampai sedang dan bisa pulih kembali.” tutupnya.
(Diskominfo HSU - Putra)
Berita Terkait
Berita Lainnya