,
06 Desember 2018 | dibaca: 354 Kali
Sidang Tabrakan Tukang Beca Hingga Tewas Digelar
noeh21
Bojonegoro, Skandal,

Kasus korban laka yang menewaskan  Sutaji, 57 tahun,  pengemudi becak yang terseret ratusan meter oleh penabraknya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN)'Bojonegoro.

Sidang perdana ini
dihadiri  saksi Bripka Setya, anggota Satlantas Polres Bojonegoro.

Di hadapan hakim dia mengatakan,  pengemudi Lindawati tidak memiliki SIM, mengendarai dengan kecepatan cukup kencang sehingga korban Sutaji terseret ratusan meter.

"Pengemudi panik," tandasnya, seraya menyebut setelah menabrak, pelaku seharusnya menginjak rem, justru pedal gas yang diinjak

Akibatnya mobil melaju kencang, menyeret korban hingga lebih 100 meter.

Peritiwa ini terjadi pada 4 Seotember dini hari, O210 WIB, teoatnya di deoyangxMON 2 Bojonegoro. Oelaku yang menggynakan Ertiga S2232 AS menabrak Sytaji, oengmudi beca, warga Trucuk, Kecamatan Trucyk Bojonegoro.

korban hendak mengantar istrinya ke pasar untuk kulakan karena setiap harinya ada pedagang sayuran dan tiba-tiba Ditabrak oleh Lindawati seorang pengemudi mobil uAgya yang tidak memiliki SIM harus  mendekam di jeruji besi  lapas Bojonegoro.

Penasehat hukum Korban Askar Ibrahim, SH mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima kliennya Sutaji dikatakan sempoyongan atau mabuk,  seperti dikatakan orang tua pelaku,  Sujak.

Saksi lain yang tidak jauh dari TKP mengatakan di persidangan, pengemudi dengan  kecepatan tinggi bermaksud mendahului truk, akan tetapi kondisinya terlalu kencang 

"Jarak menyalip tidak aman akhirnya  menabrak becak di depannya yang dikemudikan oleh korban, terseret cukup jauh jaraknya  sehingga korban tidak terselamatkan," tuturnya (bon)
Berita Terkait
Berita Lainnya