,
02 Agustus 2019 | dibaca: 349 Kali
Sekda Morut Buka Seminar Radikalisme dan Isu SARA 
noeh21

Poso,  Skandal

Sejumlah wartawan di Morowali Utara (Morut) menggelar seminar dan dialog menangkal paham radikalisme dan mengantisipasi isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan), bertempat Cafe Nayla, Jalan Kuda Laut, Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara, 31/7.

Seminar dan dialog yang disponsori oleh Media Pena Desa itu mengangkat tema "Membangun Sinergitas Seluruh Stakeholder Guna Menangkal Paham Radikalisme dan Isue Sara di Kabupaten Morowali Utara". 

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Morut Ir. Musda Guntur, MM yang mewakili Bupati Morowali Utara sekaligus membuka seminar dan dialog tersebut secara resmi.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Wardi Bania mengaku kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan sebagai upaya menangkal paham radikalisme dan Isu SARA, guna memutus mata ratai perkembangan terorisme di Morut. 

Selain itu, untuk menyamakan persepsi dan langkah kongkrit bersama upaya menanamkan jiwa Pancasilais dan memperkuat NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, membangun sinergitas stakeholder terkait  dalam meningkatkan toleransi antar umat beragama, demi menjaga kondusifitas daerah dan masyarakat di daerah ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Morut, Ir. Musda Guntur, M dalam sambutannya, mengatakan bahwa Kabupaten Morut secara geopolitik dan posisi strategis Kabupaten Morowali yang dapat dijangkau secara aksesibilitas ada 4 penjuru mata angin. 

"Artinya daerah ini, sangat strategis dan rentan terhadap perkembangan isu-isu, terkait SARA dan paham radikal. Sehingga, perlu selalu dilakukan pemantauan, monitoring dan diantisipasi secara dini," ungkapnya. 

Diakuinya, tidak lama lagi, Morut akan memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah  Banyak hal yang mungkin akan muncul ke depan. Jadi diperlukan sinergitas untuk mengantisipasinya.  

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kepada seluruh stake holder, baik Ormas yang punya latar belakang yang berbeda agar saling memberikan pendapat dan informasi. 

"Ke depan untuk seminar dan dialog ini dapat dilaksanakan lebih interaktif dan menghasilkan sebuah rekomendasi bagi para pihak sebagai solusi kongkrit," tambah Sekda Morut.

Diakhir sambutannya, dia menyampaikan apresiasi kepada kalangan pekerja pers yang telah memfasilitasi seminar dengan isu strategis soal radikalesme dan isu SARA. 

Berdasarkan pantauan media ini, beberapa instansi ikut sebagai pemateri kegiatan. Di antaranya, Kepala Kantor Kemenag Morut, Kepala Kesbangpol Morut, Ketua FKUB Morut dan Kapolres Morut diwakili Kapolsek Petasia. (Rina/Wardi)
Berita Terkait
Berita Lainnya