,
08 Desember 2017 | dibaca: 196 Kali
Satpol PP Pati Arogan
noeh21
Anton Sugiman
Pati Skandal

Anton Sugiman, Ketua LSM PKP (Pemantau Korupsi dan Pemerintahan) menuding penutupan tempat-tempat hiburan (karoke) di Pati, Jawa Tengah, diwarnai tindakan arogan oleh Satpol PP.

“Mereka (Satpol PP, red) menyita sound system di sejumlah tempat karoke yang belum berizin,” jelasnya.

Akibat penyitaan dan penutupan itu, membuat kalangan pengusaha hiburan di Pati menjadi resah, terutama mereka yang memiliki sekitar 1.300 pekerja pemandu karoke. “Lho, kalau ditutup, para pekerja itu mau dikemanakan?” tanyanya dengan mangkel.

Menurutnya, penutupan tempat hiburan malam itu, bukan semata-mata menegakkan Peraturan Daerah (Perda) No 8 tahun 2003. Melainkan memenuhi janji kampanye Haryanto – Saiful Arifin jika terpilih menjadi Bupati Pati.

“Jadi, itu sebenarnya pemenuhan janji kampanye. Tapi dia melakukan penutupan dengan menggunakan payung Perda No 8 tahun 2003,” jelas mantan Humas Kabupaten Pati ini.

Padahal, tambahnya kepada Skandal, Perda tersebut belum sempurna, dan perlu direvisi. Apalagi di pasal 25 Perda tersebut menyebutkan tempat tempat hiburan karaoke berjarak 1000 m dari permukiman penduduk.

Rioso, PLT Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, mengaku penutupan hiburan malam itu hanya sekadar menjalankan perintah dan tugas dari Bupati untuk menindaklanjuti Perda No 8 Tahun 2013.

“Saya hanya menjalankan perintah saja mas,” ungkapnya padaawak media. (Ajie456)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya