,
12 Mei 2019 | dibaca: 1185 Kali
Rahayaan Menilai Proyek Pengiringan Talut Kyiom Vidawot Tak Bermasalah
noeh21

Tual, Skandal

Salah satu pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Tual-Kab Malra Barcken Rahayaan menilai proyek Talut Pengaman Kyiom Vidawot tidak bermasalah, karena sesuai dengan perencanaan dari Bapeda.

"Setelah itu disetujui Dinas PU Kota Tual sekaligus membentuk panitia pelelangan dalam hal ini PPK. Jadi, dari sisi mana bermasalah,"  ungkap Rahayaan.

Menurut Rahayaan,  proyek Talut Pengaman Kyiom Jalur Vidawot,  tak perlu menyalahkan  perusahan atau kontraktor, karena panitia sudah membuka pelelangan proyek tersebut ke kontraktor.

"Jadi siapa  pemenang tender, maka wajib hukumnya mengerjakan. Kalau  tidak kerja, maka tentu kontraktor tersebut tetap membayar denda sesuai dengan ketentuan," tuturnya.

Karena itu, menurut dia,  kontraktor bekerja sesuai dengan hasil tender, sehingga tidak bisa "menyerangnya". " Jika ingin menyerang, 
kenapa tidak bagian panitia pelelangan, dalam hal ini PPK (pejabat pembuat komitmen)," tuturnya.

Rahayaan berharap sebelum berkomentar, agar bisa hubungi pihak pihak terkait sehingga lebih memperjelas proyek tersebut.

"Dalam pelaksanaan, sedikit pun kontraktor tidak berurusan dengan administrasi, kecuali hanya kerja dan kerja.Kontraktor tidak tahu mrnahu dengan lokasi dan sebagainya," jelas Rahayaan. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya