,
18 September 2019 | dibaca: 650 Kali
PT KMP Diduga  Buang Limbah Ke Sungai Musi
noeh21

Muba, Skandal

PT. KMP, sebuah perusahaan yang bergerak pada penampungan dan pengolahan karet di Desa Suka Rame, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, diduga  membuang limbahny ke aliran Sungai Musi.

Dugaan itu muncul saat air sungai surut di musim kemarau, terlihat  ada tiga buah pipa dari dalam pabrik keluar ke aliran Sungai Musi. Akibatnya menyeruak   isu  adanya dugaan pembuangan  limbah pabrik ke aliran Sungai Musi.

Terkait dugaan tersebut, staf khusus Bupati Muba , Alamsyah angkat bicara.

"Kita minta  limbah yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin, DLH turun langsung ke lapangan. Jangan menerimah laporan di atas meja saja," tegas Alamsyah.




Dia juga meminta kepada Bupati segera membentuk tim gabungan instansi yang terkait mengenai limbah. 

"LSM sebagai independen untuk mengcros cek ke lapangan dan proyek proyek besar khususnya di Kota Sekayu ini  setelah di laksanakannya pembangunan. Hujan yang mengakibatkan banjir karena diduga tidak sesuai dengan tata ruang dan Amdal," imbunya.

Humas PT, KMP saat dikonfirmasi di ruangan Pos Satpam mengatakan, air limbah yang dibuang ke Sungai Musi itu sudah bersih dan  ada uji labotarium dari Pemkab Muba," ujarnya.

Humas itu menyebutkan, untuk mengelola air limbah PT KMP punya lima buah sumur dari sumur penampungan yang pertama sampai ke sumur ke lima. 

"Setelah dinyatakan aman dari hasil labotarium pemerintah, baru kami alirkan pembuangannya," tambahnya.

Sayangnya, Humas tersebut, tidak memberikan keterangan detil tentang pengolalahannya.

"Kalau mau secara detel, silahkan bapak ajukan surat, karena kami ini ada manajemen dan mekinisme, " ungkap Humas yang diketahui bernama Bayu.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muba Bidang Wasdal , Kehutanan dan Konsevasi Wasil saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, masalah limbah PT.KMP setahunya  pernah diuji langsung sebelum maupun sekarang ini. PH nya dari pada IPAL itu masih memenuhi Baku Mutu PH 6 - 9, dari kolam partama PH. 6,7 , dan kasus ini sudah berkali-kali beredar dan berkembang.

Namun saat ditanya apakah pihak DLH saat Sungai Musi sedang surut pernahkah pihaknya turun ke lokasi mengecek kondisi tanah aliran Sungai Musi yang sudah mengering? 

Dia menjawab saat  ini belum. "Karena kalau mau turun ke sana ini kan masih dalam kota," ungkapnya.

PT KMP saat memeriksa sampel air limbah ke labotarium mengambil dan membawa air sendiri. Hal ini diakui Wasil  selaku Kabid Wasdal , di Dinas DLH.

Cuma, ketika ditanya DLH menerima laporan di atas meja , hanya terdiam saja, tanpa berikan jawaban. (Dris)
Berita Terkait
Berita Lainnya