,
31 Agustus 2019 | dibaca: 610 Kali
PT Agung Maju Wira Percepat Pembangunan Jembatan KA Kotabumi
noeh21

Kotabumi, Skandal                  

Pembangunan jembatan Kereta Api ( KA ) di BH 167 km 98+247 antara Kotabumi- Cempaka, Lampung Utara dipercepat.

Hasil investigasi tim jurnalis PWOI (Perkumpulan Wartawan Online Indonesia)  dilokasi Jumat,  30/8/19, realisasi phisik minggu 13 yakni periode 19-25 Agustus 2019, dari rencana 23, 3467 persen, terealisasi 30, 0201 persen. Berarti ada deviasi atau percepatan 6,6734 persen.    





                                       
Tedi Kusmayadi ST, Proyek manager PT Agung Maju Wira KSO selaku kontraktor pelaksana menuturkan, percepatan pekerjaan dilakukan agar mencapai progres maksimal. "Kami menambah jam kerja atau lembur bagi tenaga kerja yang berminat yakni jam 16.00 sampai 22.00", tandasnya      
​​​​Sesuai peraturan yang berlaku,  papar  Tedi, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan kepada konsultan pengawas sebagaimana surat tertanggal 29 Juli 2019. Yang kemudian berkordinasi dengan pihak kelurahan, Kecamatan, Koramil,  Polsek juga Polres Lampung Utara.

 "Dengan kordinasi yang mantap, Alhamdulilah pekerjaan bisa terlaksana dengan baik", ujarnya.

Dijelaskan Tedi, pihaknya selalu mematuhi segala yang tertera dalam kontrak, termasuk soal kesehatan dan keselamatan kerja sebaggaimana diatur Permennakertrans No 08/2010 tentang K3.   
​Semua tenaga kerja wajib menggunakan  Alat Perlengkspan Keselamatan ( APL) Dan semua tenaga kerja sudah diikutkan BPJS Tenaga Kerja dulu Jamsostek. Jadi jika mereka mengalami kecelakaan akan dijamin BPJS,"  tandas Tedi sambil memperlihatkan sertifikat BPJS Tenaga kerja pada wartawan.





Sementara itu warga sekitar proyek yang ditemui wartawan mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ada masalah dengan proyek, tidak ada keresahan warga.

"Karena sebelum melaksanakan pekerjaan mereka selalu koordinasi ke warga setempat. Apalagi ke tetangga yang paling dekat", ujar warga setempat               

Warga lainnya menjelaskan, pihak kontraktor mengganti rugi  tanaman warga walapun berada di tanah milik PT KAI.Semua dapat diselesaikan secara kekeluargan dan diberikan ganti rugi

Demikian halnya dengan akses masuk ke proyek diberi konpensasi

Makam yang kena area proyek, dilakukan pemindahan. Kepada ahli waris diberikan  uang kerohiman.                    

Saking harmonisnya warga dan pekerja proyek, mereka melakukan perayaan Agustusan dan Idul Adha secara bersama-sama di lokasi proyek (ist)
Berita Terkait
Berita Lainnya