,
23 Maret 2018 | dibaca: 73 Kali
Program Sajada Disambut Haru,  Para Duafa Doakan  NH-Aziz Terpilih
noeh21

​​Barru, Skandal

Program Sapa Sejuta Duafa (Sajada) yang digulirkan calon gubenur Sulawesi Selatan Nomor urut 1, HAM Nurdin Halid (NH) disambut gembira  berbagai kalangan. Terutama masyarakat bawah yang menyambutnya dengan penuh rasa haru. 




Sambutan tersebut sangat terasa pada saat  NH ditengah kesibukannya berkampanye  selalu meluangkan waktu untuk jumpa  masyarakat  yang kurang beruntung  seperti  fakir miskin,  para jompo, janda-janda tua, tukang becak, ojek dan lain-lain.

Mereka tampak terharu dan sebagian meneteskan air matanya saat NH tiba-tiba datang menemuinya dan mengajaknya berdialog.  Termasuk,  dengan setia mendengar curahan hatinya. 

“Terimakasih Pak Nurdin sudah bersedia menemui orang-orang susah seperti kami yang sudah tua dan tak berdaya. Baru kali ini ada calon pemimpin yang rela meluangkan waktunya jumpa kami,” ungkap Sompa Bau Sadapoto,  sesepuh warga Saoraja Palanro  Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru Sulsel (22/3).

Sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih serta dukungan kepada NH,  wanita tua berusia 87 tahun itu pun sambil meneteskan air matanya mengalungkan sarung berhias bunga kepada NH.  “Nak, Cuma ini yang bisa kami berikan kepada mu. Semoga ini menjadi doa yang bisa mengabulkan niat baik dan mulya kamu nak Nurdin,” ungkap Sompa.

Hadir pada kesempatan itu sekitar 100 an duafa dari sejumlah kampong di kecamatan Malusetasi. NH yang hadir dan menerima sambutan berupa pengalungan sarung itu pun tampak berkaca-kaca.

“Saya senang luar biasa bisa jumpa ibu-ibu dan bapak-bapak  yang usianya sudah pada lanjut ini. Semoga pertemuan in menjadi berkah sekaligus doa buat saya agar kelak jika terpilih nanti saya tak pernah melupakan masyarakat bawah yang hidupnya serba kekurangan ini,” tegas Nurdin.

Nurdin menjelaskan, program Sajada ini sebenarnya merupakan bagian dari wujud kepeduliannya terhadap masyarakaat bawah seperti para duafa. Program ini sudah dideklarasikan sebagai bukti nyata bahwa bahwa kalau berbicara soal pembangunan, tak boleh melupakan nasib masyarakat bawah seperti itu. 

“Omong kosong bicara pembangunan jika kita perduli terhadap para duafa, fakir miskin, jompo, para tua renta, tukang becak, tukang ojek dan seterusnya. Justru hakikak pembangunan itu kita harus bisa mengangkat derajat mereka menjadi lebih baik dan sejahtera. Dan mereka yang bernasib seperti itu di Sulsel masih sangat banyak,” tandasnya.




Sebelumnya, NH juga disambut gembira warga Moncongloe Bulu , Kabupaten Maros. Sebelum hadir pada acara kampanye, NH mampir menemui sekitar 70 an para duafa yang sudah pad lanjut usia. Sebagai ungkapan rasa gembira, sebagian besar mereka langsung menghampiri NH dan memeluknya dengan penuh rasa haru.
Bahkan, saking gembiranya, ketua adat setempat, langsung membuka pecinya dan memberikan peci tersebut untuk dipakai NH. 

“Ini sebagai bentuk rasa senang kami dan dukungan kami kepada Pak NH. Semoga terpilih menjadi pemimpin kami di Sulsel.  Mohon peci ini dipakai,” ungkapnya.

 “Omong kosong bicara pembangunan jika kita tidak perduli dengan para duafa, fakir miskin, jompo, para tua renta, tukang becak, tukang ojek dan seterusnya. Justru hakikat pembangunan itu kita harus bisa mengangkat derajat mereka menjadi lebih baik dan sejahtera. Dan mereka yang bernasib seperti itu di Sulsel masih sangat banyak,” tandasnya. (Ist)
     
Berita Terkait
Berita Lainnya