,
06 Juni 2020 | dibaca: 472 Kali
PLN UP3 Tual/Malra Tanam 1500 Pohon Produktif di Ohoi Rahareng Atas
noeh21


Langgur, Skandal

PT. Perusahan Listrik Negara (Persero) UP3 Tual/Malra menanam 1500 pohon produktif di kawasan sumber mata air Ohoi (Desa) Rahareng Atas-Kecamatan Kei Besar-Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (5/6/2020). 

Penanaman ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Llingkungan Hidup sedunia yang jatuh tepat pada tanggal 5 Juni.





Bupati M. Thaher Hanubun didampingi Ketua PKK Malra Eva Eliya Hanubun hadir langsung memimpin proses penanaman. Turut pula Wakil Ketua II DPRD Malra Yohanis Boscho Rahawarin,SH Kepala Dinas Lingkungan Hidup Malra Nurjana Yunus, Tokoh Agama,tokoh adat, Tokoh Pemuda dan Pemerintah Ohoi setempat, kelompok tani.

Kepala PLN UP3 Tual/Malra Alexander J. Manuhua mengungkapkan, terlaksananya kegiatan ini berkat kerjasama antara pihak PT. PLN dengan Yayasan Peduli Lingkungan Ain Ni Ain dan Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) wilayah Kecamatan Kei Besar melalui program CSR PLN Peduli tahun 2020.

“Kegiatan ini merupakan pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud kepedulian PLN terhadap kelestarian lingkungan. Dimana sebelumnya berkembang melalui inisiatif dan proposal yang diajukan Yayasan Peduli lingkungan Ain dan KNPI Kecamatan Kei Besar,” ungkapnya

Manuhua mengatakan, PT PLN berkomitmen menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan mendorong kegiatan usaha ekonomi masyarakat yang berwawasan lingkungan.

“PLN bertekad menyeleraskan pengembangan ketiga aspek dalam penyediaan listrik, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Mengingat, melalui program PLN Peduli.  Kami bertanggung jawab untuk berperan aktif dalam menjaga kesinambungan lingkungan melalui pelestarian alam,” tegasnya.

 “Hal itu kemudian diwujudkan dengan melakukan program dan kegiatan konservasi dan perlindungan sumberdaya air berbasis ekosistem lokal hutan dan lahan menuju ekonomi masyarakat yang produktif, mandiri dan berkelanjutan,” jelas Alex (sapaan akrab).

Menurut dia, jenis tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman pohon produktif, seperti pala Banda, mahoni, jambu mente dan kenari. Anakan pohon itu dipilih karena sangat berfungsi sebagai penahan dan penyimpan air tanah sepanjang waktu. 

Lebih lanjut, Manuhua menjelaskan, sehubungan dengan peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni, UNEP (United Nations Environment Programme)-Badan Lingkungan Hidup PBB menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini, yaitu “Time For Nature”.
Melalui tema ini, katanya, UNEP mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum dan ruang hidup di planet yang kita tinggali ini adalah hasil dan manfaat yang diberikan dari alam (nature). Untuk itu, kita harus senantiasa jaga kelestariannya.

“Mari kita lestarikan alam, jaga lingkungan, jaga hutan, dan keanekaragaman hayatinya, karena semua ini merupakan anugerah tak ternilai dari Tuhan YME kepada manusia dan bangsa kita,” tandas Manuhua. 

Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Lingkungan Ain Ni Ain, Hendrik Notanubun menjelaskan, usulan proposal CSR PLN Peduli Lingkungan ini berdasarkan data asesmen dan pemantauan kondisi riil potensi dan permasalahan serta isu lingkungan strategis yang dihadapi saat ini terhadap kondisi dan keberadaan sumber daya air. 

Salah satunya sumber air di desa Rahareng.
Notanubun mengungkapkan, mata air di wilayah Desa Rahareng Atas merupakan sumber air vital dan strategis yang mana menjadi aset daerah-PDAM Elat dalam melayani kebutuhan pasokan air bersih bagi masyarakat kota Elat, dan ohoi-ohoi sekitarnya.

“Keberadaan sumber air Rahareng selama ini demi menunjang aktivitas berbagai sektor dalam mendukung dan menjawab visi misi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara 5 tahun kedepan,” terangnya.
Untuk itu, menurut Notanubun, program penanaman pohon ini dilaksanakan semata-mata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sumber mata air.

 Menjaga dan melindungi sumber daya air, Rahareng menyebut sebagai vital PDAM tetap lestari dan berkelanjutan.

“Melindungi sumber air Rahareng dari ancaman bahaya kekeringan, banjir, longsor, erosi, sedimentasi pencemaran air, penurunan debit air akibat perubahan iklim, pembukan hutan oleh aktivitas manusia berupa penebangan pohon, kebakaran lahan dan hutan, perladangan berpindah, dan alih fungsi lahan di daerah tangkapan air (Chactment area).

 Mempertahankan daerah hưlu sumber air Rahareng sebagai buffer zone (zona penyangga) dalam mensuplai dan menyimpan air tanah bagi kota Elat dan ohoi sekitarnya,” sebut dia.
Notabun merincikan, 1500 anakan dari 4 jenis pohon yang ditanam itu, masing-masing Pala Banda 600 anakan, Jambu Mente, 200 anakan, Kenari, 200

 anakan, mahoni 500. 
“Pemilihan jenis anakan pohon ini didasarkan pada jenis tanah, pH tanah, tekstrur dan struktur tanah, tingkat kemiringan lereng, dan kemampuan lahan, iklim dengan manfaat dan fungsi konservasi menahan dan menyimpan air, fungsi ekologis agar keseimbangan ya ekosistem tetap terjaga. Sedangkan dari sisi ekonomi,. Dapat memberi pertambahan penghasilan petani melalui insentif penanaman, dan hasil panen yang akan dijual,” jelasnya. ?***)
Berita Terkait
Berita Lainnya