Tutup Menu

Pemprov Kalsel Siapkan Generasi Emas 2045

Senin, 16 Mei 2022 | Dilihat: 32 Kali
Jambore Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) dan PAUD Eduperience Festival yang di gelar di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Kalsel (foto istimewa)
    
Pelapor : Irwansyah
Editor   : H. Sinano Esha

BANJAR –Tabloidskandal.com ll Peran tenaga pendidik sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM), karena itu harus meningkatkan kompetensinya, sehingga generasi mendatang dapat bersaing secara sehat di masanya nanti.

Demikian ditegaskan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Sahbirin Noor ketika memberi sambutan pada acara Jambore Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) dan PAUD Eduperience Festival yang di gelar di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Sabtu (14/5/2022).

"Acara ini merupakan jawaban atas persiapan Indonesia Emas 2045, di mana anak anak ini akan menggantikan kita di masa yang akan dating. Ini adalah harapan kita agar anak-anak bisa bersaing di masanya nanti," kata gubernur yang akrab disapa Paman Birin dalam sambutannya, didampingi Bunda PAUD Kalsel Hj Raudatul Jannah.

Dia juga menegaskan, jambore ini merupakan bagian dari visi misi Kalsel Maju (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan). Yakni, terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada pendidikan anak guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
 
Menurut Paman Birin, peran dari para tenaga pendidik sangat menentukan kualitas SDM. Untuk itu, dia berharap para pengajar dan guru agar terus meningkatkan kompetensinya.

Pada kesempatan itu Gubernur Kalsel mengimbau peserta jambore yang mengikuti lomba strategi pembelajaran agar menjunjung tinggi sportivitas.

"Kita berharap kepada peserta yang mengikuti perlombaan agar menjunjung tinggi sportivitas, nilai sportif ini akan diwarisi anak anak kita nantinya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Himpaudi Kalsel Rabiatul Adawiyah mengatakan, jambore ini dilaksanakan sejak 13 hingga 15 Mei 2020, diikuti peserta sebanyak 263 pendidik dan tenaga pendidik.

Kepada tenaga pendidik ia juga memotivasi agar terus meningkatkan kompetensinya melalui beragam lomba. Salah satunya adalah pengaturan pembelajaran bermuatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics) dan Losse Part. Diharapkan dengan metode ini anak akan  berpikir secara komprehensif.

“Dengan metode STEAM berbahan Loose Parts, yaitu menggunakan pembelajaran yang berasal dari bahan bekas. Anak akan terdidik menjadi  lebih kreatif dan inovatif,” paparnya.

Pada bagian lain, dia berharap metode STEAM dan loose parts bisa diimplementasikan oleh para pendidik di lembaga sekolah masing-masing, sehingga anak usia dini tumbuh lebih kreatif, inovatif dan cerdas. (Sumber: Syh/Adpim)

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com