,
21 September 2020 | dibaca: 157 Kali
Para Warga Tolak Penggusuran Rumah,  Oleh  PT GLEN NEVIS GUNUNG TERONG"
noeh21


Banyuwangi, Tabloidskandal

Beredar kabar upaya penggusuran pada beberapa  unit rumah warga oleh PT. GLEN NEVIS GUNUNG TERONG Desa Kebunrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Jawa timur, Minggu 20/09/2020.

Sayangnya upaya penggusuran terhadap rumah- rumah warga yang berada di Afd. Wonosari sebagaimana tertera surat Nomor : 057/PERSONALIA/GN - GT/IX/2020 berperihal : Pengosongan Rumah itu, menuai penolakan dari warga. 

Sementara itu, menurut salah satu warga yang rumahnya akan digusur bernama " Saiful, alasannya pihak Kebun akan melakukan penggusuran, karena warga yang menempat di Afd. Wonosari sudah tidak lagi sebagai karyawan Kebun atau sudah lewati masa pensiun. Tak hanya itu kata Saiful, ada juga salah satu warga yang beberapa bulan lalu punya masalah dengan kebun tertangkap mengambil kopi. Padahal nilai kopi tersebut bila diuangkan  hanya senilai 150 ribu rupiah.



"Itu semua untuk kepentingan perut (karena lapar) dan warga disini banyak yang tidak punya penghasilan lantaran tidak dipekerjakan oleh pihak kebun.Tetapi permasalahan tersebut sudah selesai di Polsek Kalibaru. Dan perlu mas tahu, kalau warga disini kerja ke pihak lain, misalkan ke para penebas kopi atau kepada para petani kopi rakyat, warga sering mendapat intimidasi dari pihak kebun, dalam hal ini PT Glen Nevis Gunung Terong," bebernya.

Lanjutnya, ketika ditanya alasan penolakan penggusuran oleh warga dikatakan alasan mereka karena rumah yang ditempati warga tersebut bukan fasilitas yang dibangun oleh Kebun alias biaya sendiri untuk membangun rumah. Selain itu warga menempat di Kebun Afd. Wonosari sejak tahun 1952 artinya sekira kurang lebih sudah selama 60 tahun lebih dan bekerja atau berkontribusi kepada Kebun Gunung Terong.

Menariknya ternyata dengan kejadian tersebut ada para pihak yang berempati terhadap nasib warga di Afd. Wonosari Kebun Gunung Terong. Yaitu hadir untuk mendampingi sebagai wujud solidaritas atau kemanusian untuk puluhan warga di Afd. Wonosari RT 04 RW 03 Desa Kebunrejo itu, para Aktivis Sosial Kecamatan Kalibaru, dan Forum Komonitas  Mahasiswa Kalibaru (FKMK) serta Forum Kalibaru Rembuk (FKR).

Sementara terkutip dalam surat pihak PT. GLEN NEVIS GUNUNG TERONG memberikan batas waktu pengosongan rumah sampai Tanggal 20 September 2020. Kalau sampai batas waktu yang tentukan oleh pihak Kebun, warga tidak meninggalkan rumah tersebut dilakukan penggusuran paksa oleh pihak Kebun.

Yang disesalkan sebagaimana disampaikan oleh salah satu aktivis yang hadir mendapingi  puluhan warga wonosari dilingkungan ( Kampung Arab) saat dikonfirmasi awak media. Mengatakan bahwa rencana penggusuran tersebut tidak ada koordinasi atau tanpa pemberitahuan kepada pihak Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, juga Forpimka Kalibaru.

Ditempat yang sama, Hoyrul Hidayah salah satu aktivis sosial, yang juga selaku ketua Forum Komonitas Mahasiswa Kalibaru (FKMK) yang ikut mendampingi warga afd.Wonosari dalam menggelar aksi damai  tolak penggusuran dan pengusiran paksa tersebut, menurut " Hoyrul Hidayah" penggusuran akhirnya tidak jadi dilakukan setelah mendapat penolakan keras dari warga.

"Alhamdulilah tadi akhirnya tidak sempat terjadi penggusuran dan pengusiran paksa dari pihak kebun, dan warga serta rekan-rekan aktivis juga Mahasiswa menunggu tindak lanjut yang kabarnya pihak Kebun akan meminta Forpimka dan Pemerintah Desa untuk memfasilitasi terkait musyawarah selanjutnya," kata Hoyrul Hidayah.

Masih kata Hoyrul Hidayah, Kalau sampai terjadi penggusuran yang jelas PT Glen Nevis Gunung Terong jelas melanggar hak-hak masyarakat sesuai UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM Pasal 40: “Setiap orang berhak untuk bertempat tinggal serta berkehidupan yang layak”. Dan UU No. 11 Tahun 2005 tentang Hak Ekonomi Sosial Budaya.

Pasal 11 ayat (1): Negara mengakui hak setiap orang atas standar kehidupan yang layak bagi keluarganya, termasuk cukup pangan, sandang dan papan yang layak, dan atas perbaikan kondisi yang berkelanjutan.

Pasal 25 ayat (1): “Setiap orang berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya, termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan, dan berhak atas jaminan pada saat menganggur, menderita sakit, cacat, menjadi janda/duda, mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang okmengakibatkannya kekurangan nafkah, yang berada di luar kekuasaannya," jelasnya. [MS]
Berita Terkait
Berita Lainnya