Tutup Menu

P3JAR Desak Pemda dan DPRD Aru, Lockdown Dermaga dan Bandara

Minggu, 29 Maret 2020 | Dilihat: 1454 Kali
    


Dobo Skandal

Persatuan Pemuda-Pemudi Jargaria, Mendesak Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kepulauan Aru. Agar segra melakukan Penutupan (Lockdown) Bandara Rargwamar, Pelabuhan Yos Sudarso Dobo.

"Intinya Pemda Harus Segera melakukan Lockdown terhadap akses masuk keluar, bandara dan pelabuhan" Tegas, Kordinator P3JAR Barlie Alatubir kepada media ini, Kamis, (26/3) dikediamannya

Menurutnya, Terkait penanganan Covid - 19 Pemuda-pemudi jargaria dan masyarakat menilai Pemerintah Daerah (Pemda) DPRD Kabupaten Kepulauan Aru sangatlah lambat dalam melaksanakan penanganan dan pencegahan masuknya Wabah Virus Covid-19 di Kepulauan Aru,

"jujur saja banyak masyarakat yg minta P3JAR agar melalukan blokade bandara dan pelabuhan secara paksa tapi kita akan lakukan kordinasi dengan tua-tua adat Ursia Urlima dulu agar sama-sama bicarakan dengan pihak pemda sehingga tidak menimbukan persoalan baru." Kata Barlie

Lanjut dia, kita harusnya belajar dari pengalaman soal penganan bencana di daerah ini. Dari awal teman-teman Persatuan Pemuda-pemudi Jargaria sudah menyuarakan agar Pemda melakukan Lock Down sampai Alat Pelindung Diri (APD) bagi Tim medis yang sementara di-pesan tersebut berada di Kepulauan Aru baru di-bukan. "tetapi Pemda  menanggapi miring seakan - akan jika dilakukan Lock Down artinya semua akses tertutup." Jelasnya

Tambahnya, sesuai dengan teknis mekanisme nantinya diatur dan diperhatikan bersama, apabila keadaan darurat berarti harus segra di buka sesuai dengan maklumat Gubernur Maluku, Point' 2. Huruf a. Bahwa penundaan dan/atau pembatasan perjalanan kedatangan ke Wilayah Provinsi Maluku dan keberangkatan keluar Provinsi Maluku melalui jalur Transportasi Udara dan/ atau Laut, kecuali hal-hal yang penting dan bersifat urgen.

"Sekarang sudah ada korban Virus Covid-19 dari luar yang masuk di-Kabupaten Kepulauan Aru, baru Pemerintah Daerah mau ambil kebijakan dadakan untuk pembentukan tim" Pungkasnya

Sedangkan menurut W. D. Gainau salah satu warga masyarakat kota Dobo. Mengungkapkan kepada media ini, Kamis, (26/3) bahwa dia sangat setuju dengan Langka yang diambil oleh teman-teman Pemuda-pemudi Jargaria untuk Pemda harus melakukan Lockdown terhadap bandara dan pelabuhan tersebut.

"Setuju saja karena secara pribadi saya cukup Siap. Namun tentunya masyarakat secara umum juga harus menjadi pertimbangan bersama sehingga akhirnya tidak berdampak secara luas pada bidang kehidupan masyarakat yg lain. Jadi prinsipnya harus ada kesiapan secara matang sesuai dengan luasan dampak yg dipertimbangkan" menurut Gainau

Dilain sisi dia juga berpatokan terhadap maklumat Gubernur Maluku Point' 2 Huruf  a. Bahwa penundaan dan/atau pembatasan perjalanan kedatangan ke Wilayah Provinsi Maluku dan keberangkatan keluar Provinsi Maluku melalui jalur Transportasi Udara dan/ atau Laut, kecuali hal-hal yang penting dan bersifat urgen.
Seluruh biaya yang dikeluarkan selama pelaksanaan karantina pada fasilitasi yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

Tambahnya, maklumat di- atas sangat jelas jadi, apabila keinginan masyarakat terkait melakukan pencegahan lebih banyak masuknya virus Covid-19 di-Kepulauan Aru berarti masyarakat sudah harus menyiapkan bahan pangan dan pakai selama Lockdown itu disetujui pemerintah daerah" Misalnya saja saya punya persediaan telur dan ikan asin dan lain lain" contohnya

Dia juga berharap kepada masyarakat jangan terlalu terpancing dengan isu-isu hoax yang dimainkan oleh oknum-oknum yang tidak bertangung jawab, yang selalu menyebarkan berita bohong melalui media sosial Facebook dan media sosial lainnya" Walaupun ada ramai isu telur rebus semalam yang katanya menyembuhkan korona tapi kami sekeluarga tidak termakan isu itu dan stok telur sudah siap sedia di rumah"ungkapnya.jus

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com