,
28 Februari 2018 | dibaca: 581 Kali
Oknum Polsek Seltim Cirebon Diduga Tilep BB dan 86-Kan Tersangka Judi Rp 20 Juta
noeh21
Cirebon, Skandal

Masyarakat Selatan Timur, Cirebon mempertanyakan penangkapan bandar judi yang dilakukan oleh Polsek Selatan Timur Polres Cirebon.

Pasalnya, penangkapan itu bukan untuk memberangus judi yang diharamkan KUHPidana, tapi diduga jadi perahan oleh oknum-oknum Polsek Seltim.

"Itu jelas sekali," ungkap sumber dengan kesal. Dia membeberkan perilaku yang diduga tak terpuji dari para oknum tersebut.

Sebut saja penangkapan terhadap  bandar togel Am dan Nur, 5 Januari 2018, sekitar pukul 20.00 WIB. "Togel dan BB sebesar Rp 4 juta dirampas," ungkap sumber yang tak mau disebutkan jati dirinya.

Namun, lanjutnya, para bandar itu bukannya disidik, malah dijadikan sapi perahan. "Keduanya di 86 kan, alias damai," lanjutnya, seraya menyebut nominal masing-masing bandar ,Rp 5 juta.

'Jadi, kalau ditotalkan Rp 14 juta," tambahnya.

Ternyata, ulah oknum polisi Polsek Seltim, tidak sampai di situ. Sumber menyebut penangkapan pada tanggal 24 Januari 2018, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Ada tiga tersangka, Bij, Yan dan Ema," ungkapnya. Kepada Bij, terjadi 86 alias damai sekitar Rp 5 juta. Sedang pada Yan dan Ema uang senilai Rp 4 juta juga dirampas, ditambah 86 sebesar Rp 10 juta.

Lagi-lagi me-86-kan tersangka judi terus berlanjut. Bahkan, kabarnya, penangkapan terhadap 2 tersangka yang diciduk di Drajat, nilainya mencapai Rp 20 juta.

"Kita tidak habis pikir, kok tersangka judi dijadikan ATM," jelas sumber,  seraya menyebut kesejahteraan polisi terus ditingkatkan.

"Ternyata, persoalannya bukan kesejahteraan, melainkan sikap mental yang perlu dibenahi," jelas sumber, seraya menyebut reformasi di kepolisian belum selesai. 

Dia juga berharap para oknum ini dapat sanksi, karena merusak citra polisi sebagai pelindung dan pelayan masyaraskat. (Feri)
Berita Terkait
Berita Lainnya