,
25 Desember 2017 | dibaca: 163 Kali
Oesman Sapta Bangga Jadi Orang Minang
noeh21
Oesman Sapta dala sambutan
Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang), sebuah organisasi masyarakat Minang di perantauan di bidang ekonomi dan budaya, Minggu malam menggelar syukuran di Sekretariat Gebung Minang, Jlan KH Abdullah Syafei No 4, Tebet, Jakarta Selatan.
 
Syukuran HUT ke-28 ini mengambil tema "Manjapuik Nan Tatingga, Mangumpuan Nan Taserak,  Menuju Minang Bangkit"
 
Dalam Sambutannya Ketua Panitia Pelaksana H. Zulkarnain Oeyoeb mengatakan, meski peringatan ulang tahun dilangsungkan secara sederhana berupa syukuran, namun ini sangat istimewa. Sebab,   Gebu Minang dengan kepengurusan baru punya semangat baru juga.
 

Dorce dengan awak Skandal di Acara Gebu Minang

Tercatat beberapa kegiatan telah dilakukan, seperti  akan  memberikan santunan kepada 50 orang Anak Yatim Piatu di sekitar sekretariat Gebu Minang. “Setelah, acara syukuran ini, di Januari 2018  ini, akan menggelar  kegiatan sosial donor darah, kegiatan olahraga Tenis Meja, Tes Kebugaran,  Senam, dan Kesenian Lomba lagu-lagu minang,” tuturnya.
 
Sedang di  Februari dilanjutkan dengan Rakernas I Gebu Minang yang akan dilanjutkan dengan acara puncak Ulang Tahun Gebu Minang. 
 
Ketua umum DPP Gebu Minang DR. H. Oesman Sapta Dt. Bandaro Sutan Nan Kayo mengatakan,  walau tidak menyiapkan suatu acara yang besar, tapi   mulai akan membangkitkan semangat dari Gebu Minang ini kembali,
 
“Saya bangga sebagai orang Minang, karena saya orang Minang satu-satunya yang jabatannya bergelimpangan.  Hanya satu orang minang di dalam era ini yang menjabat Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR, ini harus jadi motivasi bagi Gebu Minang,” tuturnya.
 
Menurutnya,   semua orang bangga dengan kampungnya. Banyak orang iri dengan orang Minang. Apalagi   negara ini didirikan oleh 4 orang,  1 orang Jawa dan 3 orang Minang.
 
“Orang Minang ini bijak, karena waktu orang berjuang dulu memerdekakan Republik ini, itu tidak ditanya suku apa, agama apa,  asal usul apa, warna kulit apa,  itu tidak ada.  Yang ada mari kita bersama-sama berjuang memerdekaan republik ini, Orang minang harus menjadi pelopor di sini,”  ungkap Oesman Sapta yang akrab di Panggil Mak Oso ini. 
 
Oeman Sapta juga mengungkapkan  selalu mensosialisasikan Pancasila,  UUD 1945, NKRI,  dan Bhinneka Tunggal Ika. Dan itu  sudah final.
 
“Jangan ada  orang Minang yang ingin coba-coba merobah Pancasila. Jangan ada.  Saya orang yang menentang di depan, karena itu sudah selesai. Luar biasa perjuangan kita dulu. Inilah momentum kita untuk menyatukan bangsa ini, dan kita Gebu Minang harus menjadi penyatu umat dan bangsa Indonesia, itu tugas kita, walaupun saya belum cukup satu tahun menjabat,” tuturnya.
 
Tapi, lanjutnya,  setiap ada undangan Minang, itu orang-orangnya selalu datang dan rame. Ia sengaja mengadakannya di sekretariat ini, sekaligus dapat mengetahui alamatnya. “ Di Sekre  ini,  kita buat acara puncak. kita buat besar-besaran,” jelasnya.
 
Menurut Oso,  Gebu Minang di zaman Emil Salim gerakannya cuma mengumpulkan Rp. 1000 bisa milyaran juga. Sekarang, karena rupiah sudah turun naik menjadi Rp. 10.000, jadi bukan jumlah uangnya tapi kesadaran bagaimana organisasi bisa hidup tanpa dana.
 
“Yang paling kuat di seluruh Indonesia ini adalah orang Minang soal sedekah/ menyumbang untuk kepentingan kampung,” ungkapnya.
 
 Oso berpesan kepada segenap pengurus hati-hati dalam menyimpan uang karena amanah. Uang itu dikumpulkan, lalu dikembalikan kepada warga Minang yang betul-betul membutuhkan.
 
“Kalikan saja jumlahnya, ini sangat luar biasa potensinya ke depan,” beber  DR Oesman Sapta, urang awak asli Sulit Air.
 
Oso juga melaunching Gerakan 10.000 rupiah, serta penyerahan santunan anak yatim piatu secara simbolis dan pemotongan tumpeng,  dilanjutkan hiburan lagu Minang.

Dorce Gamalama, entertaiment sejati asal Urang Awak ini memberikan acungan jempol kepada Oesman Sapta. Pasalnya, setelah era Emil Salim dan Ir. Azwar Anas, gempita Gebu Minang agak redup. "Padahal, donasi yang diberikan ke kampung halaman, sangat besar," ujar Dorce, yang malam itu bernyanyi dan datang bersama dua anak asiuhnya.

Dorce berharap, di kepengurusan baru Gebu Minang ini, dapat memberikan motivasi dan kontribusi positif bagi orang Minang yang berada di perantauan. "Pokoknya saya mendukung sekali," ujarnya berkali-kali kepada awak Skandal.

Selain Dorce, acara syukuran itu juga dihadiri penyanyi legenda Minang Eli Kasim, dam beberapa tokoh masyarakat Minang, Di antaranya, Sekjen Gebu Minang, H. Zarkasyi Nurdin, mantan Kepala BKKBN dr Fasli Jalal,  Tokoh Muhammadiyah Prof. H. Dien Syamsuddin yang juga orang Sumando, Kepala BNPT Komjenpol Suhardi Alius, Wadan Sesko TNI Marsda Herry Irsal, Kemenlu Zaherman Amandz Muabesi,  MUI Pusat Fikri Bareno, mantan Wako Padang DR. H. Fauzi Bahar,  mantan Senator DR. Alirman Sori, Direktur PNP Surfa Yondri, Pengusaha minang Asril Das,  Nelwetis, Olivia Tanjung, Pemprov Sumbar Suhermanto Raza,  Ketua Indo Jalito Peduli Astri Asgani, tokoh Minang Bustami Kasim, DR. Chairul Umaya,  Zulhendri Chaniago, Akmil Tanjung, Baikal,  serta undangan pengurus organisasi Minang seperti IPPMI dan IKM. (Megy)
   
 
 
Berita Terkait
Berita Lainnya