,
06 Januari 2021 | dibaca: 155 Kali
Mengawali Tahun 2021 Kapolda NTB Gelar Doa Bersama Dengan Tokoh NU Dan NW.
noeh21
NTB – tabloidskandal.com
Mengawali tahun 2021 berbagai upaya dalam rangka memelihara Keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) diBumi seribu Masjid Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), ini menjadi perhatian khusus Polda NTB.
 
Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.IK MH melakukan silaturrahmi dan Doa bersama dengan Tokoh Alim - Ulama dan Para Tuan Guru Tokoh Nahdlatul Wathan (NW) dan Nahdlatul Ulama (NU), Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, serta semua komponen masyarajat se-NTB sebagai langkah kongkrit untuk mewujudkan kedamaian bersama
 
Dalam kesempatan itu Jenderal Polisi bintang dua tersebut menyatakan para ulama dan tuan guru tokoh masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam penyelesaian permasalhan yang ada.
 
Kami tidak bisa bekerja secara maksimal apabila tidak dibantu oleh semua stakeholder dan semua komponen terutama para alim ulama dan tuan guru, ujarnya.
 
Alhamdulillah kami sangat bersyukur pagi hari ini hampir semua undangan bisa hadir dan sangat membahagiakan kami, ungkapnya.
 
Turut hadir Tuan Guru Haji (TGH). Najamuddin Mustofa yang juga Anggota DPRD NTB dari PAN, TGH Lalu Turmudzi Badaruddon,TGH. Ma'rif, TGH. Yusuf Makmun, Danrem 162/ Wirabhakti Brigjen TNI Rizal Ramdhani, M Han, Ketua DPRD NTB Hajah Bq. Isvie Rupaida, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB Prof. Dr. TGH Masnun, Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, mantan Kadiv Humas Polri, Gubernur NTB H. Zulkiflimansyah.
 
Gubernur NTB Zulkiflimansyah menyampaikan diawal menjadi Gubernur perekonomian NTB ada diKwartal ke tiga tahun 2018 paling rendah di Indonesia dsn juga karena bencana gempa bumi konraksi ekonomi berada diangka 13, 39 persen.
 
Ia bersyukur berkat doa para ulsma dan tuan guru kita bangkit dari keterpurukan itu, tuturnya singkat.
 
TGH. Yusuf Makmun menyampaiakan dalam kehidupan selalu beriringan dengan masalah, namun dengan adanya masalah tidak semestinya menjadikan kita bercersi berai dan berakibat konflik sosial dan horizontal dan permasalahan terkait perbedaan Nama Bandara agar disikapi secara arif dan bijaksana, ujarnya.
 
Sedangkan TGH. Ma'rif Makmun mengatakan terkait Nama Bandara pihaknya berharap menempatkan Faktor kedamsian sebagai yang paling diutamakan, dan juga yerkait Nama Bandara jangan dikaitkan atau dibenturkan antar pimpinan NU dan NW karena kami adalah saudara, teman, dan sahabat dan hubungan secara emosional kami sangat dekat, ujarnya.
(M. Amin).
 
Berita Terkait
Berita Lainnya