,
20 Juni 2020 | dibaca: 747 Kali
MENGAKU SALAH,AGUSTINUS RAHANWARAT MEMOHON MAAF
noeh21


Saumlaki, Skandal

Agustinus Rahanwarat  secara terbuka mengakui kesalahan dan  memohon maaf kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( KKT ) Petrus Fatlolon SH MH dalam konferensi Pers  di Cafe Joas,Jum'at,19/06.

"Saya Agustinus Rahanwarat secara pribadi mengumumkan permintaan dan permohonan maaf  yang sebesar - besarnya sehubungan dengan perbuatan penghinaan yang telah saya lakukan terhadap Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( KKT ) Bapak Petrus Fatlolon SH MH beberapa waktu lalu melalui kritikan - kritikan yang sudah berlebihan. Kritikan tersebut  dikategorikan mengandung unsur pidana melalui WhatsApp Grup Suara Rakyat Tanimbar ( SRT )," tutur Agustinus kepada awak media.

Dia mengakui permintaan maaf tersebut dari lubuk hati yang paling dalam, tanpa ada paksaan kecuali kesadaran dari lubuk yang paling dalam.

 "Saya mohon kepada  Bupati agar dapat membukakan pintu maaf yang sebesar - besarnya kepada saya selaku masyarakat Anak Tanimbar," tambahnya.

Agustinus   menyatakan bersalah dan menyesali perbuatannya.

Dia menyebut dari tanggal 7 hingga19 Maret  melakukan kritikan - kritikan yang bertentangan dengan Undang - Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ).Kritikan - kritikan tersebut telah di analisa sesuai hukum dan telah mengandung unsur pidana."Saya secara pribadi sekali lagi mohon kepada Bapak Bupati. Jika berkenan dapat membukakan pintu maaf kepada saya," pinta Agustinus

Diakuinya, permohonan maaf ini tidak akan mengulangi perbuatan tersebut kepada  Bupati KKT maupun pihak lain, baik melalui media masa, media sosial, media online maupun secara nyata / fakta yang keluar dari ucapannya. "Saya akan lebih berpikir positif ketika menyampaikan pikiran dan pendapat," tandasnya.

Hasil Scrensood  pernyataannya semua benar. "Itu hasil tulisan tangan saya sendiri pada media sosial WhatsApp grup Suara Rakyat Tanimbar ( SRT )," ujarnya terus terang. 

Dia mengakui,  salah satu dari sekian banyak pernyataannya adalah penggunaan logo Lambang KKT. "Saya menyerang pribadi beliau dengan mengatakan Bupati Petrus tidak tahu malu menggunakan Logo Lambang kabupaten Kepulauan Tanimbar tanpa beban," aku Agustinus menyesali perbuatannya.

Menurutnya, kesalahan terbesar dan baru menyadarinya, dan yang harus dikritiknya, terkait penggunaan logo lambang secara teknis SKPD yang sudah di tugaskan. "Itulah kesalahan terbesar saya dan terkait hak - hak dari pada logo lambang. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada SKPD / Dinas yang sudah dipercayakan," ungkap Agustinus mengakui.

Agustinus menegaskan, kritikan - kritikan yang dilontarkan murni dari diri sendiri tanpa campur tangan, suruhan atau di tunggangi pihak lain. 

"Memang ada pihak lain yang menganggap bahwa ini merupakan kesempatan untuk  bersama - sama,tapi tidak," tegas Agustinus.

Konferensi Pers ini tidak ada paksaan,dorongan atau campur tangan pihak manapun. "Ini murni pribadi dan panggilan  hati dan niat baik saya," ujarnya.

Dia menyebut beberapa kali berusaha  mencari jalan dan kesempatan untuk menyampaikan permohonan maaf langsung kepada  Bupati. Tapi karena kesibukan dan tugas yang padat sehingga tidak bisa bertemu.

Di Waktu dan tempat yang sama,Kilyom Luturmas, Kuasa hukum Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( KKT ) mengaku pernah dihubungi  Agustinus Rahanwarat terkait permohonan maaf secara terbuka melalui Konferensi Pers, Jum'at (19/6). ini

"Harapan saya, permohonan maaf terbuka ini murni dari naluri Pak Agustinus sendiri.
Dengan demikian permohonan maaf ini harus saya sampaikan kepada Bapak  Bupati, karena ini tugas dan tanggung jawab sebagai kuasa hukum," tutur Kuasa hukum.

Kuasa hukum berharap  permohonan maaf  Agustinus bisa menggugah hati  Bupati, sekaligus dapat  memberikan maaf.
"Lewat tulisan - tulisan pemberitaan di koran maupun media one line, pasti beliau mempertimbangkan secara jelas," ujar kuasa hukum.

Lewat kesempatan baik ini, kuasa hukum berharap semoga Bapak Bupati dapat melihat secara baik, arif dan bijak atas inisiatif dan niat baik  Agustinus sendiri,  bukan dari pihak lain.

Terkait pencabutan masalah itu tahap berikutnya, paling terpenting maksud dan niat  baik Agustinus sudah tersampaikan. Permohonan maaf ini bila sudah di koordinasikan dengan niat   baik antara pihak korban dan pelaku, otomatis akan menjadi pertimbangan majelis hakim di persidangan bila masalah ini di proses lanjutkan," tutur Kuasa hukum mengakhiri,( TAN 1 ).
Berita Terkait
Berita Lainnya