,
24 September 2019 | dibaca: 905 Kali
Mempertanyakan Sikap Pemda Mura Soal Sungai Kungku Tercemar
noeh21

Musi Rawas, Skandal

Limbah pabrik kelapa sawit PT Perkebunan Hasil Musi Lestari (PHML) diduga cemari Sungai Kungku, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.


Air Sungai Kungku tercemar berwarna hitam


Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada tindakan dari Pemkab Mura. Mereka sebatas silahkan konfirmasi.

Padahal sebelumnya online ini sudah memberitakan seputar Sungai Kungku yang tercemar.

Bupati Kabupaten Musi Rawas H Hendra Gunawan dimintai tanggapannya via WA menjawab silakan konfirmasi ke Asisten I dan Dinas Lingkungan Hidup, Senin (23/09/19).

Plt Asisten I yang juga merangkap sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Heriyanto mempersilahkan konfrimasi dan menemuinya  di ruang Setda Bagian Tata Pemerintahan (Temu Bae di ruanganTapem red)

Menurut Kabag Tapem Trisman melalui Darussalam  selaku Kasubag Kerjasama Ekonomi Daerah, pihaknya belum mengetahu hal tersebut. Belum mendapat surat dan bilamana ada konflik di leading sosial pihaknya akan turun.

"Bila masayarakat terganggu, kami tidak tinggal diam,siap bertindak bila ada konflik sosialnya. Kami langsung turun ke lapangan. Untuk sekarang kami belum tahu solusinya karena surat sampai saat ini belum kami terima. Untuk masalah limbahnya silakan ke Lingkungan Hidup," tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi Hermerudin selaku Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas via handphone meminta agar Kades diberitahu. "Daya sudah tahu  apa yang saudara tanyakan. Saya sedang rapat," jawabnya via handphone sembari langsung memutuskan pembicaraannya.

Moh. Sancik selaku DPD-JPKP Musi Rawas mendukung penuh atas pendampingan DPC-JPKP Kecamatan Suka Karya terhadap masyarakat Desa Ciptodadi  terkait Pencemaran sungai Kungku oleh oknum perusahaan yang nakal.

"Kami mendesak pada Bupati  Musi Rawas  agar dapat memberi sangsi tegas terhadap perusahaan nakal di kabupaten. Bila  Pemkab Mura tidak melakukan tindak tegas, kami bersama masyarakat Ciptodadi  akan lakukan demo besar-besaran di depan Kantor Bupati. Kami menilai Bupati Musi Rawas tidak membela kepentingan masyarakat,"ucap Sancik dengan tegas.

Untuk diketahui berdasarkan surat Nomor 140/232/CIP/IX/2019 perihal laporan limbah di Sungai Kungku yang ditujukan kepada Bupati Kabupaten Musi Rawas Cq Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas tertanggal  20 September 2019.

Sukriya selaku Kades Ciptodadi menyampaikan laporan warga masyarakat secara tertulis pihaknya sudah menyampaikan surat kepada PT PHML Nomor 140/238/CIP/IX/2019 tertanggal September 2019. Namun tidak ada tanggapan dari pihak PT PHML.

Disebutkan juga, warga menggunakan Air Sungai Kungku untuk kebutuhan hidup sehari-hari mereka, seperti minum, memasak, mandi dan sebagainya.

Namun, karena tercemar berubah warna hitam, air tersebut tidak bisa digunakan. (ed) .
Berita Terkait
Berita Lainnya