,
30 Juni 2019 | dibaca: 369 Kali
Mempertanyakan Demo ASN KKT 
noeh21

 Saumlaki, Skandal

Kasus demo ASN 24 Juni 2019 pekan lalu  bersama masyarakat , Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menjadi bahan pertanyaan pelbagai pihak. Mereka marah lantaran Bupati, Ketua DPRD dan Polres KKT dituduh menerima suap dari sebuah perusahaan. Tuduhan itu dilontarkan oleh Charles Tanago.

"Saya sendiri  tidak tahu tentang massa  yang tiba tiba berjubel mandatangi Kantor Bupati  secara spontan. Mereka memberikan pernyataan sikap mendukung ketiga Forkopimda dalam  proses hukum terhadap Carles Jon Tanago yang diduga telah memfitnah tiga Forkopimda tersebut," tutur Bupati di ruang kerjanya pada awak media.

Ternyata persoalannya tidak berhenti di situ. Bagaimana anggaran demo dalam mobilisasi massa , maupun biaya makan yang cukup besar, dari mana alokasi dananya?

Sementara para pendemo mengaku menerima uang kas dalam aksi tersebut?  Sayangnya Bupati tidak memberikan penjelasan.

Salah satu sumber yang tidak mau nama nya ditulis,  menjelaskan khusus ASN itu hanya bermaksud cari muka.                                      
Sumber juga menjelaskan, jika  pendapat segelintir ASN itu murni , kenapa tidak meminta Bupati tidak  melakukan
demonetrasi, kecuali memberikan pertimbangan secara bijak agar tim kuasa hukum Pemda  melaporkan yang bersangkutan ke pihak yang berwajib . 

Dia juga menjelaskan, demo itu tidak membuat Charles ciut. Lho buktinya, Charles menyiapkan kuasa hukum  untuk menuntut  ASN yang seenak perut menfitnah dan , mencacinya.

"Saya hanya menyesal  tidak tahu apa-apa jadi ikut korban. Selain itu kuasa hukum saya akan bertindak  gencar memproses persoalan penghinaan terhadap saya ke pihak yang berkompeten untuk diadili sesuai ketentuan Hukum berlaku, sehingga kita sama sama puas. Anda fitnah dan mencaci maki saya sampai puas. Saya pun puas mendapat kejelasan hukum dengan baik pula," beber Charles. (TAN 2)
Berita Terkait
Berita Lainnya