,
16 April 2018 | dibaca: 109 Kali
Ketua Umum PWO, Marnala Manurung
Media Online Gurem Harus Dibina, Bukan Dibinasakan
noeh21
Marnala Manurung
Jakarta, Skandal

Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Indonesia akan membantu anggotanya mengurus atau membuat perusahaan pengelola online dengan biaya murah meriah. 

Yulus Lase bersama Laksamana (Pur) Tedjo Edhy

Demikian dikatakan Ketum PWO Marnala Manurung kepada media tadi siang. 

Marnala tak  menampik, saat ini banyak media online belum berbadan hukum. Hanya dengan modal web sudah mengclaim sebagai media. Padahal ini bertententangan dengan peraturan perundang- undangan. 
 
Menurutnya, media online yang tidak berbadan hukum tersebut bisa dikatakan abal-abal, atau media onlinel gurem.     

"Adalah tugas PWO membina mereka untuk taat hukum. Bukan malah dibinasakan"' tegasnya.       
                 
Seperti diketahui, peraturan yang dikeluarkan Dewan Pers, membatasi satu perseroan terbatas hanya boleh mengelola ataul memproduksi satu media online.

Lagipula, perseroannya  dibuat khusus, tidak boleh dicampur aduk dengan bidang lain, misalnya kontraktor, percetakan dan lainnya.     

Ketua PWO Bidang dana/pengembangan usaha Yulius Lase SH, mengatakan, selain untuk melindungi para anggota dari pelanggaran hukum, juga  untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.    

"Hanya dengan biaya Rp 3,3 juta  sudah bisa memiliki perseroan terbatas. Akta notaris dan Kemkumham, juga pendaftaran ke Dewan Pers akan kita urus," tandas Lase.    
                           
Menurut Lase, mereka yang  membuat perusahaan, tidak perlu pusing memikirkan modal disetor  sebagaimana ketentuan. 

"Kami akan bantu dana segar untuk di setor ke bank. Dana ini akan bergulir sesuai kebutuhan"; tandas Lase yang mengaku  sudah meneken MoU dengan beberapa notaris Jakarta untuk merealisasi program ini (rel)
Berita Terkait
Berita Lainnya