,
30 Juni 2018 | dibaca: 323 Kali
Massa Pendukung Suhaili - Amin Datangi KPUD NTB
noeh21
NTB, Skandal

Ratusan masa pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB 2018 -2023 nomor urut 1 Suhaili-Amin mendatangi KPU propinsi NTB di jalan Udayana Mataram sabtu 30-06-2018 pukul 11.00 WITA.

Masa yang dipimpin Hamzanwadi dan Lalu Hizzi serta Yuli Harari mempertanyakan sekaligus mempermasalahkan keterlibatan lembaga survey LSI yang di duga sebagai propokator hasil pemungutan suara pada pilkada NTB 2018.

Yuli Harari dalam orasinya menyatakan bahwa kedatangan masa aksi hari ini di KPU NTB untuk mempertanyakan sekaligus mempermasalahkan LSI yang dianggap mengeluarkan hasil survey yang dapat mempropokasi masyarakat NTB.

Oleh sebab itu kami akan melaporkan LSI ke polda NTB karena tidak mempunyai rekomendasi dari KPU dan sudah mengeluarkan hasil pilkada pilgub NTB yang kontraversional atau bermasalah bagi masyarakat NTB.

Hamzanwadi dan kawan-kawan juga meminta agar ketua DPP Partai Demokrat NTB Mahali Fikri untuk segera meminta maaf atas pernyataan yang di keluarkan di media masa.

"Dia menyatakan bahwa politisi dan masyarakat Lombok Tengah dianggap sebagai Tuselak (hantu),jika tidak maka masa aksi akan melakukan tindakan yang di inginkan mereka," tegas Hamzanwadi dkk.

Hamzanwadi menambahkan bahwa datangnya masa di KPU NTB dengan maksud membicarakan proses pilkada pilgub NTB yang di selenggarakan oleh KPU NTB secara profesional.

KPU merupakan penyelenggara yang profesional dan independen dan sifatnya netral tidak gampang di propokasi oleh LSI karena ini murni persoalan Lombok Tengah dan masyarakat NTB bahwa KPU NTB harus menjalankan tufoksinya dengan baik.

Hamzanwadi dkk juga mempermasalahkan bahwa Pol PP hanya melakukan pemantauan di kabupaten Lombok Tengah saja dan terindikasi bahwa pihak KPU NTB yang mendanainya.

Sementara itu ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori menyatakan bahwa LSI tidak pernah berkordinasi,berkomunikasi dan mendaftarkan diri menjadi Lembaga Survey di pilgub NTB.

"Jadi kami pihak KPU tidak menggunakan dan mempercayai hasil LSI atau lembaga survey manapun dan terkait dengan Pol PP pihak KPU tidak ada hubungan," ungkapnya.

Menurutnya, pihak KPU dalam pilgub NTB berjanji dan berkomitmen tidak ada yang bisa mempengaruhi atau menginterpensi dalam melakukan rekapitulasi hasil pilgub NTB 2018.

KPU NTB akan mengumumkan pemenang resmi hasil pilgub NTB pada tanggal 7 sampai 9 juli 2018 dan KPU NTB akan mengacu kepada hasil penghitungan perolehan suara secara manual,pungkasnya.(007MA)
Berita Terkait
Berita Lainnya