,
18 Agustus 2020 | dibaca: 179 Kali
Masih Kekurangan Bahan Baku, Bupati Suwirta Akan Kumpulkan Petani Garam Kusamba
noeh21


Klungkung, Skandal

Terkait dengan produksi garam beryodium Uyah Kusamba yang sudah di-launcing dan secara resmi masuk ke pasar dengan SNI dan ijin edar, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta terus menindak-lanjuti hasil produksi garam tersebut. 

Saat ini produksi garam Kusamba masih kekurangan bahan baku, para petani garam akan saya ajak duduk bersama agar produksi bisa maksimal, ujar Bupati Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa saat melakukan kunjungan ke Koperasi Leep Mina Segara Dana Jl Pura Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Selasa 18 Agustus 2020 siang.





Dari catatan Bupati, hasil produksi garam yang dikoordinir oleh holding Gema Santi sekarang ini sudah menyentuh 4 (empat) ton per bulan.   Harapannya produksi kedepan akan terus berkembang, karena semua toko-toko modern dan swalayan sudah diwajibkan untuk menjual produk lokal sedangkan produksi maksimal hanya 3 (tiga) ton/bulan.

Lebih lanjut, Bupati Suwirta mengatakan bahwa jumlah para petani garam di Kusamba sebanyak 16 sedangkan jumlah sertifikat yang dikeluarkan BPN kemarin sebanyak 49, jadi masih ada 33 orang yang memiliki tanah dipinggir pantai belum dimanfaatkan dengan baik.  Kalau itu bisa digunakan dengan baik maka keseimbangan dari hulu hingga hilir ini akan terjadi. 

Dari hasil ini kita masih kekurangan bahan baku, oleh sebab itu saya akan terus berupaya dan akan mengumpulkan para petani untuk membahas langkah yang terbaik kedepan agar produksi garam bisa maksimal, harap Bupati Suwirta.

Hal yang paling penting ditekankan Bupati Suwirta yakni meminta agar Koperasi Leep Mina Segara Dana bisa tetap berwaspada terhadap produk oplosan dari luar. 

Pihaknya tidak ingin ada produk oplosan dari luar yang masuk ke koperasi, hal ini tentu dinilai nantinya bisa menurunkan kuwalitas Uyah Kusamba.
Selain itu, saat ini garam beryodium Kusamba dengan label Uyah Kusamba Gema Santi dijual kepasaran dengan harga Rp 5.000per-250gram.  Untuk bahan baku garam, pihak koperasi membeli dari petani garam Kusamba dengan harga Rp 10.000/kg.

Untuk produksi garam beryodium, pihaknya menyatakan dalam sebulan dapat menghasilkan 14 ton garam (12.000) pcs dalam kemasan berukuran 250gram. 
 
sony/bali
Berita Terkait
Berita Lainnya