,
07 April 2021 | dibaca: 43 Kali
Manfaat Eceng Gondok Untuk Pengrajin Meubel Desa Bayu Hirang
noeh21
Amuntai – tabloidSkandal.com
Besarnya potensi pemanfaatan eceng gondok atau "ilung" dalam Bahasa Banjar, menjadi berbagai macam kerajinan khususnya meubel eceng, tak sebanding dengan jumlah pengrajin yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar.
 
Hal ini dibenarkan Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kembang Ilung, Supian Noor saat menjadi Instruktur pelatihan pembuatan meubel eceng di Desa Bayu Hirang Kecamantan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Rabu (7/2/2021)
 
Yannor sapaan akrabnya, menyebut selama ini KUB Kembang Ilung kewalahan memenuhi permintaan pembeli dari luar daerah khususnya terhadap produk kerajinan eceng gondok.
 
Karena kekurangan tenaga pengrajin, ia berharap agar para peserta pelatihan selama ini yang di inisiasi Dinas Perindustrian perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten HSU pada akhirnya dapat memiliki keterampilan yang diperlukan khususnya dalam pembuatan meubel eceng.
 
"Saya tidak kawatir keterampilan ini diajarkan kepada para peserta pelatihan, karena selama ini kita masih kekurangan pengrajin, padahal permintaan sangat banyak datang dari luar daerah" Kata Yannor disela kegiatan pelatihan.
 
Padahal lanjut Yannor, pernah satu ketika datang permintaan pembuatan meubel eceng sampai ribuan unit perbulan dari China bahkan Eropa, namun karena kekurangan pengrajin, tentu dari permintaan tersebut tidak dapat disanggupi oleh pihaknya.
 
Selain itu, karena kekurangan pengrajin tentunya pihaknya hanya dapat melayani pesanan pembeli dari dalam daerah dan luar daerah dengan jumlah yang terbatas.
 
"Kadang ada pesanan satu hingga satu setengah bulan baru selesai karena banyak pesanan, untuk pesanan dari hampir daerah-daerah di Indonesia pernah, seperti pulau Jawa, Sulawesi sampai Lombok" bebernya.
 
Ia menambahkan, Adapun untuk harga meubel eceng pihaknya mematok harga mulai dari Rp 4juta hingga Rp 6juta tergantung model desain dan motif pesanan.
 
Untuk bahan baku sendiri, ia mengaku membeli eceng gondok dari masyarakat di sekitar Desanya yang merupakan kawasan rawa, meski dirasakan masih kekurangan bahan baku lantaran masyarakat tidak rutin mencari tanaman eceng gondok tersebut.
 
Yannor berharap melalui sejumlah bimbingan pelatihan, jumlah pengrajin terlatih di Kabupaten HSU nantinya semakin banyak untuk menghasilkan produk kerajinan yang sesuai dengan selera pasar.
 
Sementara, Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop HSU H M Yani saat menggelar pelatihan mengatakan, disamping program peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah perajin yang dirasakan masih minim.
 
"Kegiatan pelatihan ini dalam rangka untuk menambah wawasan generasi muda, termasuk kita masukkan para wanitanya untuk membuat anyaman ilungnya sementara laki-lakinya belajar membuat rangka meubelnya." kata Yani.
 
Karena kekurangan para pengrajin, Ia berharap melalui bimbingan pelatihan ini, kedepannya para peserta dapat juga membuat KUB serupa di desa masing-masing yang saling bermitra dengan KUB Kembang Ilung." pungkasnya
(Diskominfo HSU - wahyu)
Berita Terkait
Berita Lainnya