,
14 Maret 2020 | dibaca: 147 Kali
Mahasiswa MLM Lakukan Aksi Damai
noeh21


Mura, Skandal
​​​​​
Pemuda dan Mahasiswa MLM yang tergabung dalam beberapa Organisasi Kepemudaan seperti Pemuda Selangit Bersatu, GMNI dan kawan-kawan mahasiswa melakukan aksi damai di depan Kantor KPU Kabupaten Musi Rawas.11 Maret 2020

Pada saat ini KPU Kabupaten Musi Rawas, kembali disibukkan dengan momentum pemilihan kepala daerah MURA 2020, tentunya banyak sekali tugas dan tanggungjawab yang harus di tuntaskan agar output pemimpin yang di hasilkan sesuai apa yang diharapkan oleh masyarakat Musi Rawas khususnya.

Seperti diketahui, dari jadwal tahapan proses Pilkada Mura 2020, KPU saat ini sedang melakukan tahapan verifikasi berkas syarat calon perseorangan.  "Kami Pemuda mengingatkan KPU Mura harus benar-benar menegakkan integritasnya sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pemilihan Kepala Daerah yang luber dan jurdil," ujar Billy.

Dalam Orasinya Billy Putra Malingga, menyampaikan bahwa luas wilayah dan topografi kabupaten Musi Rawas yang sangat luas akan sangat menguras energi bagi penyelenggara dan peserta pemilu pilkada Mura 2020.
Tentunya bagi Tim Pendukung Calon Perseorangan.

Karena mengapa…? Berdasarkan SK KPU Mura Nomor 438/HK.03.1-Kpt/1605/KPU-Kab/X/2019 tentang batas minimal jumlah dukungan untuk Pasangan Calon (Paslon) perseorangan adalah 8,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yaitu paling sedikit 24.612 pendukung.

Dengan jumlah 24.612 tsb di mungkinkan Tim Independent akan kesulitan untuk mengumpulkan data Ril dukungan calon perseorangan/independent.

Maka pada point ini KPU Mura harus selektif dalam memverifikasi satu persatu berkas tersebut karena di takutkan terdapat indikasi manipulasi berkas dukungan calon perseorangan/independent.

Apabila ada indikasi kecurangan, kami Pemuda Musi Rawas akan Kembali turun aksi untuk mengingatkan KPU Kabupaten Musi Rawas agar berada pada jalur yang sangat kita harapkan bersama.(ADV/Ed).
Berita Terkait
Berita Lainnya