,
03 Mei 2018 | dibaca: 132 Kali
Lumpuh 30 Tahun, Pemkab Lamtim Tutup Mata
noeh21

Lampung Timur, Skandal

Kondisi  Selamet [37]  dan Suparman [30], warga Dusun II, RT. 004 RW. 002, Desa Kali Pasir,  Kecamatan Way Bunggur, Kabupaten Lampung Timur , Provinsi Lampung makin memperihatinkan.

Kakak Beradik ini punya kelainan pada sarafnya sejak lahir, sehingga mengalami kelumpuhan selama tiga puluh tahun lebih.  

Saelan yang  tua renta ini adalah orangtua kedua anak tersebut. Dia  tak mampu berbuat apa-apa, bahkan untuk kehidupan sehari-hari saja Saelan dan istrinys sangat sulit.

Saelan yang bekerja sehari-hari sebagai kuli bangunan ini pasrah atas nasib yang dialaminya , sesekali kedua orangtunya ini terlihat sedih atas nasib yang dialami oleh kedua anaknya.

Penderitaan yang dialami oleh kedua anak Saelan, hingga sampai saat ini tidak ada perhatian dari pihak Pemerintah Pusat maupun setempat. 

Dikatakan Saelan, apa yang diderita oleh kedua anaknya itu pernah disampaikan kepada Hermanto Kepala Desa Kali Pasir. Namun hingga sampai saat ini belum ada respon positif dari pemerintah setempat.

“Saya pernah menyampaikan kepada Pak Hermanto Kepala Desa, namun tidak ada jawaban. Bahkan, beliau juga terlihat bingung,”kata Saelan kepada wartawan.

Lain Kepala Desa, lain pula Raden Gunawan selaku Camat Way Bunggur.Pihaknya, sangat perihatin dan merespon, bahkan pihaknya, akan membantu persoalan yang diderita oleh kedua anak Saelan.  

“Apa yang diderita oleh Selamet dan Suparman yang menderita cacat permanen menjadi perhatian khusus serta masuk program pemerintah, dan nanti kami akan menyurati dan menyampaikan kepada Dinas Sosial,”papar Gunawan.

Sementara itu Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut kepada pihak Badan Rehabilitas Sosial [Resos], Melinda mengatakan.

“Maaf mas, itu bukan bidang saya,”terang Melinda di ruang kerjanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim mencoba mengkonfirmasi kepada Kordinator Program Keluarga Harapan [PKH] dan menemui Asep Hermawan dirungangannya. 

Hermawan menerangkan persoalan tersebut bukan bidang kami,” Prihal tersebut ditangani oleh Bidang Fakir Miskin,” jelas Hermanto

Penderitaan yang dialami Selamet dan Suparman menjadi perhatian serius dari Seketaris Jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat Pusaka [LSM Pusaka] Karjuniro. Pasalnya, Cacat yang dialami oleh kakak beradik ini sangat serius dan harus mendap[atkan perhatian dari pemerintah setempat maupun Pusat.

Karjuniro meminta kepada pemerintah daerah maupun pusat agar dapat merespon apa yang di derita oleh kedua kakak beradik tersebut.

“Tidak mungkin penderitaan yang dialami oleh Selamet dan Suparman sejak dari lahir  hingga mencapai tiga puluh tahun lebih, tidak masuk data pemerintah. Lalu, apa kerja para petinggi di pemerintah Kabupaten Lampung Timur ini,” tegasnya.

Bahkan dirinya menilai, bahwa pemerintahan kabupaten maupun daerah terkesan tutup mata.Sebab, lanjut Karjuniro, persoalan seperti ini saja tidak dapat teratasi.

“Pertanyaan kami, apa pekerjaan Bupati dan Pejabat SKPD ?, jangan saat kampanye saja suara mereka terdengar lantang. Namun ketika ada warga menderika mereka hilang bak ditelan bumi. Bahkan sibuk mencari serta meredam keadaan, seolah tidak ada persoalan yang berarti,” ujar Juniro sapaan akrabnya..[Kord.04/Pendi / Ratna]
Berita Terkait
Berita Lainnya