,
16 September 2020 | dibaca: 40 Kali
Launcing Program   Pengrajin Desa Peduli Gambut Di Aula Dispersib HSU..
noeh21

AMUNTAI - Skandal.

Yayasan Rahim Bumi yang bermitra dengan Badan Restorasi Gambutv (BRG) Dispersip, Disperindagkop dan Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Launching program penguatan kelompok pengrajin Desa Peduli Gambut, bersama kelompok pengrajin di Aula Dispersip HSU. Selasa (15/9/2020)

Sedikitnya ada 7 kelompok pengrajin dari  7 Desa Peduli Gambut di Kabupaten HSU dan Kabupaten Balangan, hadir dalam kegiatan yang ditunjukkan untuk meningkatkan produktivitas dan kebersamaan para pengrajin di desa peduli gambut.

" Kita ingin memperkenalkan terkait program penguatan kelompok pengrajin desa peduli gambut ini, khususnya di 7 desa di HSU dan Balangan yang selama ini melaksanakannya." Ujar Manager Yayasan Rahim Bumi Farid Majidi, dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Farid menjelaskan melalui program ini, keahlian dan hasil kerajinan baik mulai dari kerajinan sasirangan berbahan alami sampai dengan kerajinan purun dan lain sebagainya diharapkan mendapatkan dukungan pengembangan  dari pemerintah daerah.

Farid menambahkan melalui program ini, pihaknya berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan dan teknis para pengrajin, sehingga para kelompok pengrajin ini dapat solit dan dapat memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada.

"Kita harap mereka (para pengrajin) mampu melihat peluang untuk mengembangkan usaha mereka, ditambah lagi dengan meningkatkan teknis, salah satunya pengembangan kerajinan sasirangan berbahan alami, karena kita punya komitmen untuk kelestarian lingkungan, perubahan iklim dan krisis global menyangkut lingkungan di Kalimantan." Jelas Farid

Sementara, Kabid Perindustrian Disperindagkop HSU. M. Yani mengaku menyambut baik program yang digagas yayasan Rahim Bumi dan BRG dalam rangka menuju kabupaten HSU yang Mantap (Maju, Mandiri, Sejahtera, Agamis dan Produktif)

"Dalam hal penguatan pembinaan kelembagaan kelompok, harus melalui jalan penguatan kelembagaan yang tertib administrasi, karena itulah kami (Disperindagkop) selalu siap mendukung program penguatan kelompok ini, baik melalui pembinaan pelatihan sampai pemasaran produk" Tegas Yani

Yani menilai dalam hal memproduksi produk kerajinan, selain menghasilkan produk yang bagus para pengrajin juga diharapkan harus mampu membuat perencanaan produk kedepannya agar lebih berkembang dan kompetitif.

Seiring dengan itu, Kepala Dispersip HSU Hj Lailatanur Raudhah dalam sambutannya mengaku berterimakasih atas kerja sama dengan yayasan Rahim Bumi, BRG, Disperindagkop,PKK dan Dekranas HSU terkait launching Program Penguatan Kelompok Pengrajin Desa Peduli Gambut.

Karena menurut Lailatanur, program penguatan kelompok pengrajin Desa Peduli Gambut ini juga sangat bersinergi dengan Program  Nasional Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Lailatanur menyebut perpustakaan sekarang tidak hanya tempat untuk belajar akan tetapi perpustakaan sekarang lebih mengembangkan kepada usaha untuk meningkatkan produktivitas para pencari ilmu tersebut, salah satunya kerjasama dengan berbagai program kegiatan

" Kita ingin masyarakat itu tahu, perpustakaan itu merupakan tempat mereka belajar dimana hasilnya dapat menjadikan usaha menuju literasi kesejahteraan." Tandasnya.

Adapun dalam kegiatan ini, selain menampilkan berbagai hasil kerajinan masing-masing dari para kelompok seperti produk kerajinan Sasirangan berperwarna alami, para kelompok pengajian masing-masing juga memberikan presentasi produk kerajinan mulai dari pembentukan kelompok sampai teknis pembuatan produk. (***)
 
Berita Terkait
Berita Lainnya