,
27 Februari 2020 | dibaca: 360 Kali
Lapas Tual Deklarasikan  Resolusi Pemasyarakatan
noeh21

Tual, Skandal

Lembaga Pemasyarakatan kelas ll B Tual ikut;deklarasikan Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020. Deklarasii ini  sesuai dengan surat edaran Dirjen Pemasyarakatan RI.

"Agenda deklarasi ini sifatnya nasional dan di wajibkan untuk seluruh lapas/Rutan seindonesia, dan tidak pandang bulu," tegas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Tual Kelas II, B Kodir Bc.Ip SH, MH 






Selain itu, lanjut Kodir, deklarasi resolusi ini mencantumkan 15 program.sesuai dengan surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Jakarta tertanggal 21 januari 2020 oleh Dr Sri Puguh Budi Utami.

"Dari 15 program tersebut tidak semua program kami, hanya  atau di pakai ada 3 program,yaitu poin 5,14 dan 15," ungkapnya.

Kenapa sedemikian? Dia menyebut  poin 5 itu untuk makanan siap saji hanya lapas di Tangerang dan Nusakembangan. Itupun cuma untuk di tahun 2020.

Sedangkan poin ke 14 tentang mewujudkan revitalisasi juga tidak di jalankan. Bahkan juga tentang poin ke 15 tentang menghantarkan 48 narapidana di lapas kelas ll B Tual tidak ada teroris.

"Jadi semua ketentuan tetap kita laksanakan, apalagi sebagai bawahan tetap ikuti perintah dari atasan. 
Untuk itu saya selaku pimpinan tetap tegas kepada staf. Bahkan juga warga binaan agar kita tetap berada di posisi yang terbaik.Kita juga  tetap membangun keharmonisan dengan semua alemen dan tidak padang bulu," tuturnya.

Kodir mengaku sebelum sebelum bertugas di daerah Tual, program pertama untuk warga binaan adalah cetak batu tela. Lalu ada berbagai kerajinan yang sudah di buat pertama, namun dengan tujuan batu telah ini untuk juga membantu kebutuhan warga binaan juga,

"Walaupun hasil sedikit, tapi bisa dapat memanfaat,karena bisa diberikan sebagai buah tangan kepada anak istri saat berkunjung ke Lapas Kelas ll B Tual," tuturnya.

Selain itu, lanjut Kodir, ilmu yang diberi kepada warga binaan ini untuk memperbaiki sifat dan tingkah laku,agar ke depan ketika mereka di bebaskan,tentu dapat ditingkatkan  bakat yang  bina, aehingga  nama lapas kelas ll B tetap harum.

"Sebab terbukti di dua daerah itu dan juga daerah lain seperti di Aru dan Saumlaki yang  pernah dibina di lapas kelas ll B.

"Ketika mereka bebas banyak yang buka usaha,karna ulah dari binaan untuk ke depan hidup rukun aman dan damai," tambahnya.

Jadi di lapas pihaknya punya tugas pokok  membina warga binaan untuk yang terbaik. Bukan yang terburuk. Jadi jangan dipandang kami dari mata sebela,tapi pandanglah dari semua sudut kaca mata,karena kami adalah kamu, dan kamu adalah kami," tuturnya. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya