,
10 Agustus 2020 | dibaca: 254 Kali
Kontraktor Lokal Meradang, Dewan Tepis Main Proyek.
noeh21


Muba, Skandal

Ricuhnya permasalahan Pokir DPRD , yang membuat kontraktor lokal menjadi meradang karna tidak mendapatkan proyek.

Akibatnya puluhan kontraktor lokal yang tergabung dari berbagai Asosiasi kontruksi / Masyarakat kontrusi di Muba meminta Rapat Dengar Pendapat bersama Unsur pimpinan DPRD Muba, para kontraktor lokal ini mempertanyakan kejelasan Pokir yang di duga sudah punya anggota DPRD.

RDP tersebut terlaksana pada Senin ( 10/08/20) yang di hadiri oleh wakil ketua I DPRD Jon kenedi, wakil ketua II Irwin Zlyani, A.Fitni, Jumadi Gumai dari fraksi Golkar, Endi Susanto Fraksi PAN, Damsi Ucin Praksi gabungan PPP dan Perindo , ketua dan puluhan perwakilan masyarakat Jasa kontruksi yang berada di kabupaten Muba sebagai juru bicara Andip Apriansyah. 

Di dalam RDP masyarakat jasa kontruksi yang berada di muba meminta penjelasan dari pimpinan DPRD Muba tentang Pokir yang menurut TAPD di duga sudah punya dewan semua ," jelas Andip.

Dari hasil RDP tersebut tertuang dalam berita acara rapat hasilnya DPRD akan segera memanggil TAPD kabupaten Muba untuk konfirmasi permasalahan ini dengan perangkat daerah terkait

Wakil ketua I DPRD dari PDI Jon kenedi saat di wawancarai sehabis RDP mengatakan kalau dari pihak TAPD mengatakan itu pokir semuanya punya DPRD tidak benar.

DPRD tetap mengacu kepada profisional yang penting pronyek itu memenuhi syarat kita tidak boleh menginfensi mereka dalam hal soal pembagian pronyek karna tidak ada ranahnya DPRD untuk itu  tapi kita DPRD  memberikan masukan kepada pemerintah daerah supaya kontraktor lokal itu seluruh kegiatan di perdayakan untuk mereka, yang adilnya seperti itu.

Saya tidak sependapat kalau orang di luar muba mau mengerjakan pronyek di sini sementara kontraktor lokal tidak dapat, tapi kalau dia tidak melakukan penawaran bisa jadi tidak dapat," jelas Jon.

sementara itu seusai RDP wakil ketua DPRD ini saat di tanya awak media adanya TAPD yang di duga menuding DPRD main pronyek pokir ini berupa pronyek punyanya anggota dewan , Wakil ketua DPRD   Jon kenedi merasa geram dan akan memanggil TAPD untuk mengklarifikasi kita mau dengar seperti apa TAPD menuduh seluruh kegiatan pokir di ambil oleh DPRD," tantasnya.
Berita Terkait
Berita Lainnya