,
13 Juni 2018 | dibaca: 300 Kali
Keterlaluan, RSUD Namrole Buat Pengumuman Tolak Pasien
noeh21


NAMROLE, Skandal
 
Libur pasca Idul Fitri 1439 Hijriah, nampaknya digunakan sebagai peluang pula untuk meliburkan diri bagi para dokter dan perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ,yang letaknya di Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) , Provinsi Maluku. 



Pasalnya, ditempelkan tulisan berupa pengumuman  dipintu-pintu salah satu ruangan Di RSUD tersebut yang bertuliskan, "UGD tutup tidak ada petugas" dan "tidak terima pasien rawat inap".

Informasi ini berhasil dihimpun media ini, Selasa malam (12/06/2018).Selaku salah satu Anggota Legislatif (Aleg)  DPRD kabupaten Bursel, Sami Latbual, kala mengetahui informasi itu, langsung menuju ke RSUD untuk mengecek kebenaran pengumuman tersebut. 

"Saya sudah langsung ke RSUD mengecek informasinya, ternyata benar. Olehnya itu, sudah dikomunikasikan dengan pimpinan DPRD agar segera menindaklanjuti keadaan ini. Dan, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD guna meminta klarifikasi atas kejadian yang ada,"ungkapnya. 

Aleg PDI Perjuangan ini menyayangkan tindakan atau kebijakan sepihak yang diambil oleh pihak rumah sakit.Menurut dia,Dinas Kesehatan Kabupaten harus menyikapinya dan mengambil langkah tegas. 

Ketua Komisi D DPRD Maluku ketika dikonfirmasi media ini melalui telepon selularnya mengingatkan Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD setempat agar bekerja profesional dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. 



Aleg dari Partai Keadilan Sejahtera ini menuturkan, bagaimana warga yang memerlukan pertolongan medis, jika situasi rumah sakit seperti itu? 

Iapun mengakui, Dokter dan Perawat juga manusia, yang memerlukan waktu liburan apalagi Hari Raya. Namun, lebih mulia jika sumpah jabatan yang telah mereka ikrarkan diimplementasikan kepada masyarakat. 

"Saya sebisa mungkin segera berkomunikasi, untuk meminta konfirmasi dari pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan setempat. Kalau ada warga yang memerlukan bantuan medis darurat bagaimana? Secara manusiawi, diakui sungguh para dokter dan perawat pun membutuhkan waktu libur apalagi Hari Raya, tetapi lebih mulia mereka implementasi dan realisasi sumpah kedokteran yang telah diikrarkan demi kepentingan masyarakat, "himbaunya. 

Dirinya menilai,  bisa saling berkoordinasi antara pimpinan RSUD dgn perawat yang bertugas, untuk waktu giliran jaga, agar tidak kosong. Saling memahami, akan ada jalan keluar dan menghindari kesenjangan tenaga kesehatan di sana. (Yulin)
Berita Terkait
Berita Lainnya