,
24 Juni 2020 | dibaca: 349 Kali
Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Diduga Pungli                                          
noeh21
                                                    Simalungun,Skandal
       
Masa pandemi Covid-19 sejak tiga bulan lalu mwmbuat sekolah diliburkan, sedangkan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) yang sudah dijadwalkan ditiadakan dan peserta didik belajar di rumah saja. 

Namun di SMPN I Pematang Bandar sudah di kutip dana UNBK sebesar Rp 207.000, sesuai hasil rapat komite dengan pihak sekolah. Untuk uang foto copy sebesar Rp 50.000 dan uang wisata di kutip saat pengambilan SKHU di bayarkan.

Saat hendak dikomfirmasi Media Skandal, Kepala Sekolah tidak ada di tempat, akhirnya awak mediapun menanyakan tentang pengutipan diduga dana pungli.

Tidak berapa lama siswa sampai di sekolah, ditanya kepada siswa itu, siapa pegawai yang kau temui, siswa itu menunjuk kepada salah seorang wanita Pegawai TU. Kemudian ditanya kenapa tidak diberikan SKHU mu itu, siswa itu menjawab, karena tidak bayar uang wisata sebesar Rp 185.000 dan uang foto copi sebesar Rp 50.000.Namun jawaban itu langsung di bantah pegawai TU dengan lantang.  

Perasaan  malu Ismi memberikan SKHU siswa tersebut. Saat ditanya mengapa uang yang dikutip dari siswa itu tidak dikembalikan dengan lantang Ismi menjawab “sudah diberikan sebagai panjar kepada pihak armada,lagian belum bisa mengadakan rapat guna untuk mengembalikan uang yang sudah dikutip”,katanya. 

Sementara Senin (22/06/2020) orang tua siswa Sianipar dan Ibu Hasibuan menjelaskan kepada media Skandal.com bahwa anaknya dikutip sewaktu mengambil SKHU. Uang Tamasya sebesar Rp 185.000, dan uang foto copi sebesar Rp 50.000. sedangkan uang UNBK sudah lebih dulu dilunasi sebesar Rp 207.000."Jika tidak dibayarkan, maka SKHU tidak diberikan pihak sekolah," ujar ibu Sianipar dengan rasa sangat kesal.

Padahal di masa pandemi covid-19, orang tua tidak dapat bekerja lagi sebagai penjual makanan keliling. "Uang itu sangat perlu bagi kami,lagian dimasa pandemi covid-19 ini kok mau Tamasya.Kami heran," katanya kepada media Skandal.Com, yang minta kepada pihak sekolah agar segera uang itu  dikembalikan. 
                                                                  Reporter.                 :Monawelta
Kabiro Sumut.        :Ansary Nst
Berita Terkait
Berita Lainnya